Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Perkasa, Christian Kartawijaya menuturkan, perusahaannya menyiapkan investasi hingga Rp 1,5 triliun untuk mendukung pemanfaatan RDF.
Menurutnya, pabrik Indocement yang berdiri di Citeureup, Cirebon, Grobogan, Maros, dan Tarjun mampu menyerap 6.300 hingga 6.500 ton RDF per hari.
"Di tahun 2024 Indocement telah memanfaatkan 1,1 juta ton bahan bakar alternatif sampai saat ini, di mana dari semua itu 198.000 ton RDF yang kami pakai. Yang paling rutin suplai kami dari Bantargebang, sekitar 500 sampai 550 ton per hari," ucap Christian.
Dia menambahkan, potensi pemanfaatan RDF di Indocement dapat mencapai 1,5 juta ton per tahun atau sekitar 5.000 ton per hari untuk seluruh pabrik.
Baca juga:
Pemanfaatan RDF tersebut telah mendorong peningkatan substitusi batu bara dengan bahan bakar ramah lingkungan.
Saat ini, sekitar 29 persen konsumsi batu bara di perusahaannya telah digantikan bahan bakar alternatif, dan ditargetkan meningkat hingga empat persen tahun ini.
"RDF (di Paser) ini kapasitas desainnya semoga bisa dapat 300 ton per hari. Saat ini hanya Tanah Bumbu yang suplai kami 10 sampai 15 ton per hari, mudah-mudahan dari Pak Bupati Paser bisa mencapai 40 ton per hari," papar dia.
Perusahaannya juga membuka peluang pemanfaatan hasil landfill mining atau penambangan kembali sampah lama di TPA.
Christian berpandangan, sampah lama yang kering berpotensi lebih optimal untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif, bahkan jika dicampur dengan sampah segar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya