Sebelumnya, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Pandji Prawisudha mengatakan, limbah jenis residu, seperti stirofoam, tisu bekas, kertas minyak, puntung rokok, dan popok, yang sulit didaur ulang atau diolah kembali biasanya berakhir di TPA. Setiap jenis sampah mempunyai karakteristik dan pengelolaan yang berbeda.
Misalnya, kertas minyak yang merupakan campuran dari kertas dan plastik. Kertas minyak tidak bisa dikelola dengan menggunakan pengolahan kertas. Yang mana komponen plastik dari kertas minyak juga harus dipertimbangkan.
"Kertas minyak biasanya sudah merupakan sisa dari bekas makanan, sehingga tercampur dengan minyak, tercampur dengan sabun dan lain-lain, (yang membuatnya) tidak semudah itu (diolah kembali)," ujar Pandji kepada Kompas.com, Rabu (31/12/2025).
Untuk puntung rokok, kata dia, ternyata seratnya bukanlah dari komponen yang gampang didaur ulang. Konsumsi rokok di Indonesia tergolong tinggi, yang mana menciptakan permasalahan dari limbah puntungnya.
Baca juga: Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Sebenarnya, semua limbah jenis residu di atas dapat diolah. Namun, dari aspek keekonomian, pengelolaan limbah jenis residu tersebut dengan teknik pengolahan dan skema bisnis yang konvensional hanya akan menjadi pusat biaya atau cost center.
"Ini belum bisa menjadi profit center (pusat laba) karena meskipun potensi ekonominya besar, namun secara real di lapangan, offtaker atau pengambil produk-produk dari lima residu ini belum ada," tutur Pandji.
Menurut Pandji, keberagaman lapisan material dan harga yang fluktuatif menjadi faktor lain pengelolaan limbah jenis residu di atas tidak atau belum bisa dianggap bisnis yang berkelanjutan. Kecuali, jika pemerintah mengatur tanggung jawab produsen yang diperluas EPR secara holistik.
Indonesia masih mengandalkan infrastruktur informal, seperti pemulung, dalam pengumpulan dan pemilahan sampah.
Pengumpulan dan pemilahan sampah di Indonesia kerap menjadi permasalahan utama dalam pengelolaan limbah, terutama jenis residu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya