Dengan bantuan geodata, teknologi seluler, AI (Artifical Intelligence atau kecerdasan buatan), dan satelit, pengiriman peringatan berbasis lokasi secara real-time sudah sangat memungkinkan untuk dilakukan.
Dalam kasus kebakaran hutan, misalnya, sistem seperti ini dapat memandu orang-orang ke lokasi aman terdekat berdasarkan posisi mereka saat ini dan kondisi di lapangan.
Meskipun demikian, saat ini teknologi tersebut utamanya masih digunakan dalam proyek percontohan atau pada tahap konsep.
Tantangan besar masih ada dalam hal meningkatkan skala solusi tersebut, mengintegrasikannya ke dalam sistem peringatan yang sudah ada, serta memastikan bahwa sistem ini berfungsi untuk berbagai jenis bahaya dan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga:
Lebih lanjut, para peneliti di balik EW4All+U kini menyerukan adanya inisiatif yang terkoordinasi dalam riset, teknologi, dan pedoman kebijakan.
Tujuannya untuk melangkah maju dari sekadar alarm umum menuju peringatan personal yang menyelamatkan nyawa tanpa memandang kondisi sosial, teknis, dan geografis.
"Peristiwa alam tidak dapat dihentikan, tapi bencana dapat dicegah. Peringatan pribadi bukanlah visi untuk masa depan itu adalah kebutuhan di sini dan sekarang," kata Pechlivanidis.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya