Fikri menjelaskan, setidaknya ada tiga dampak utama dari overwork dan burnout yang dialami pekerja Indonesia saat ini.
Pertama, produktivitas pekerja yang menurun dalam jangka panjang akibat kelelahan. Para pekerja tak lagi bisa menciptakan inovasi baru saat bekerja lantaran burnout.
"Kemudian yang kedua adalah karena burnout tadi akhirnya muncul (persoalan) kesehatan mental, ini yang juga menyebabkan biaya kesehatan mental mereka meningkat. Efek negatif dari burnout selain biaya kesehatan mental yang meningkat adalah tekanan sistemik itu juga berubah menjadi beban kesehatan publik yang akhirnya membebani," terang Fikri.
Ketiga, terganggunya keberlanjutan karier generasi muda. Burnout dini dapat memicu ketidakstabilan karier dan ketidakpastian masa depan.
"Dalam jangka pendek mungkin produktivitas naik karena tuntutan persaingan. Tapi dalam jangka panjang ini merugikan pekerja sendiri dan juga perusahaan, karena kualitas output pekerjaan bisa terganggu,” ucap Fikri.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya