Ahmad menekankan, pengembangan panas bumi tidak berhenti pada produksi listrik semata, melainkan diperluas ke penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan langsung serta pengembangan rantai bisnis turunan panas bumi. Di Lahendong, PGE telah menjalankan berbagai pilot project pemanfaatan langsung panas bumi.
"Kami optimistis inisiatif sister city ini dapat menjadi role model kerja sama lintas negara di tingkat daerah, khususnya dalam pengembangan panas bumi dan ekonomi hijau,” sebut Ahmad.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia turut mengunjungi Pabrik Gula Aren Masarang di Tomohon serta Lao-Lao Geopark untuk melihat secara langsung praktik pemanfaatan panas bumi di luar produksi listrik (beyond electricity).
Kunjungan itu memperlihatkan bagaimana energi panas bumi mendukung proses produksi gula aren yang ramah lingkungan serta pengembangan kawasan wisata edukatif berbasis energi terbarukan sebagai contoh konkret penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.
Partisipasi PGE dalam penjajakan kemitraan sister city ini menegaskan peran perusahaan sebagai Geothermal Centre of Excellence, dengan fokus pada operation excellence, optimalisasi pembangkit eksisting, serta pengembangan inovasi panas bumi yang melampaui produksi listrik.
Melalui kerja sama strategis dengan mitra regional dan internasional, PGE mendorong terciptanya nilai tambah panas bumi yang berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya