Studi ini menemukan bahwa untuk menghasilkan hujan yang cukup bagi tanaman pangan, dibutuhkan luas hutan yang jauh lebih besar daripada luas lahan pertanian itu sendiri.
Contohnya, tanaman kapas butuh 607 liter air per meter persegi, setara dengan air yang dihasilkan oleh dua meter persegi hutan yang masih utuh.
Sementara itu, kedelai butuh 501 liter air atau setara dengan hasil dari 1,7 meter persegi hutan.
Itulah mengapa kehilangan hutan menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Para peneliti memperkirakan bahwa penebangan hutan selama beberapa dekade terakhir, yang mana mencapai sekitar 80 juta hektar di Amazon, telah menghilangkan manfaat hujan senilai hampir lima miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 84,5 triliun) setiap tahunnya.
Hal ini memberikan dampak buruk berantai pada produksi pangan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan ketahanan air.
Baca juga:
Selain pertanian, berkurangnya hujan akibat hilangnya hutan juga mengancam pasokan air minum, transportasi sungai di daerah terpencil, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta kemampuan hutan yang tersisa untuk menyerap polusi karbon.
Meskipun sudah banyak janji internasional untuk menghentikan penebangan hutan pada tahun 2030, hutan di daerah tropis masih terus hilang.
Para penulis studi ini berpendapat bahwa selama ini manusia gagal memasukkan nilai "pabrik hujan" ini ke dalam aturan hukum dan ekonomi. Hal itulah yang membuat alasan terkuat untuk melindungi hutan jadi tidak terlihat secara nyata.
"Hutan tropis itu menciptakan hujan yang menyediakan air bagi pertanian. Jika kita menyadari hubungan penting ini, ketegangan antara petani dan aktivis lingkungan bisa berkurang, sekaligus memperkuat dukungan luas dari berbagai pihak untuk melindungi hutan secara keseluruhan," tambah rekan penulis studi ini, Dr. Callum Smith.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya