Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun

Kompas.com, 18 Februari 2026, 22:40 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

Dampak hilangnya hutan

Studi ini menemukan bahwa untuk menghasilkan hujan yang cukup bagi tanaman pangan, dibutuhkan luas hutan yang jauh lebih besar daripada luas lahan pertanian itu sendiri.

Contohnya, tanaman kapas butuh 607 liter air per meter persegi, setara dengan air yang dihasilkan oleh dua meter persegi hutan yang masih utuh.

Sementara itu, kedelai butuh 501 liter air atau setara dengan hasil dari 1,7 meter persegi hutan.

Itulah mengapa kehilangan hutan menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Para peneliti memperkirakan bahwa penebangan hutan selama beberapa dekade terakhir, yang mana mencapai sekitar 80 juta hektar di Amazon, telah menghilangkan manfaat hujan senilai hampir lima miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 84,5 triliun) setiap tahunnya.

Hal ini memberikan dampak buruk berantai pada produksi pangan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan ketahanan air.

Baca juga:

Selain pertanian, berkurangnya hujan akibat hilangnya hutan juga mengancam pasokan air minum, transportasi sungai di daerah terpencil, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta kemampuan hutan yang tersisa untuk menyerap polusi karbon.

Meskipun sudah banyak janji internasional untuk menghentikan penebangan hutan pada tahun 2030, hutan di daerah tropis masih terus hilang.

Para penulis studi ini berpendapat bahwa selama ini manusia gagal memasukkan nilai "pabrik hujan" ini ke dalam aturan hukum dan ekonomi. Hal itulah yang membuat alasan terkuat untuk melindungi hutan jadi tidak terlihat secara nyata.

"Hutan tropis itu menciptakan hujan yang menyediakan air bagi pertanian. Jika kita menyadari hubungan penting ini, ketegangan antara petani dan aktivis lingkungan bisa berkurang, sekaligus memperkuat dukungan luas dari berbagai pihak untuk melindungi hutan secara keseluruhan," tambah rekan penulis studi ini, Dr. Callum Smith.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau