Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
CERITA LESTARI

Dari Bekas Tambang Jadi Hutan, Jejak Keberlanjutan PT Vale di Sorowako

Kompas.com, 20 Februari 2026, 14:05 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

Di kawasan tersebut juga tumbuh agatis atau damar yang merupakan spesies endemik Sulawesi. Selain itu, struktur hutan mulai terbentuk dari strata lantai hutan seperti anggrek dan pakis. Bahkan, strata kanopi hutan yang dapat menyediakan habitat bagi burung dan satwa lain.

Salah satu tanaman konservasi yang menarik adalah tanaman eboni atau kayu hitam yang bernilai tinggi dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai diameter batang ideal.

“PT Vale Indonesia sudah menanam tanaman eboni lebih dari 80.000 pohon di keseluruhan area reklamasi PT Vale Indonesia,” kata Charles.

Taman Kehati dan produksi 700.000 bibit per tahun

Upaya serupa juga dikembangkan di Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Sorowako. Spv Nursery and Rehabilitation PT Vale Abkar menjelaskan, kawasan ini dilengkapi nursery, arboretum konservasi eksitu seluas sekitar 5 ha, penangkaran rusa, taman kupu-kupu, hingga showcase area.

Secara keseluruhan, kawasan yang dikelola mencapai 15 ha dengan rencana pengembangan hingga 70 ha.

“Khusus nursery-nya secara produksi, kami memproduksi lebih kurang 700.000 batang atau pohon per tahun dengan tiga kali siklus dalam satu tahun,” ujar Abkar.

Ia menambahkan, terdapat 74 jenis tanaman lokal endemik yang dikumpulkan sebelum penambangan, ditambah 15-20 jenis tanaman pionir. Konservasi eboni juga menjadi program utama di kawasan ini sejak 2006.

Secara keseluruhan, sekitar 90 jenis tanaman dikembangkan untuk mendukung reklamasi, edukasi, dan donasi kepada komunitas serta instansi pendidikan.

Upaya PT Vale Indonesia Tbk melakukan transplantasi terumbu karang menggunakan metode spider di area Bulu Poloe. KOMPAS.com/Fikria Hidayat; Gitano Prayogo Upaya PT Vale Indonesia Tbk melakukan transplantasi terumbu karang menggunakan metode spider di area Bulu Poloe.

Tak hanya daratan, PT Vale juga melakukan rehabilitasi pesisir di kawasan Ekowisata Mangrove Pasi-Pasi, Maili, Luwu Timur.

Spv Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia Sainab Husain Paragay mengatakan, perusahaan melakukan transplantasi terumbu karang menggunakan metode spider di area Bulu Poloe bekerjasama dengan komunitas masyarakat.

“Sekarang yang sudah kami tanam sebelumnya itu ada 40 spider. Setiap spider itu ada 25 fragmen karang. Dan ini kami ada penambahan lagi sebanyak 25 dan bulan depan kami akan menanam lagi sebanyak 25 spider,” ujarnya.

Selain transplantasi karang, perusahaan juga melakukan restorasi mangrove sekitar 1 ha dan rehabilitasi lebih dari 200 ha di sekitarnya.

Praktik baik pemulihan lingkungan pesisir oleh PT Vale Indonesia Tbk dengan merestorasi mangrove.KOMPAS.com/Fikria Hidayat; Gitano Prayogo Praktik baik pemulihan lingkungan pesisir oleh PT Vale Indonesia Tbk dengan merestorasi mangrove.

Sebanyak 2.000 pohon telah ditanam saat peringatan Hari Mangrove Sedunia dan 2.000 pohon lain menyusul, termasuk pembibitan 5.000 pohon oleh masyarakat setempat.

Program ini dijalankan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI, dan Polri. Harapannya, pemulihan ekosistem pesisir dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus memperbaiki daya serap karbon.

Limbah diolah, slag dimanfaatkan

Dalam aspek operasional, Manager Mine Infra, Maintenance, and Development PT Vale Indonesia Hasliana Alimuddin menegaskan, seluruh air limbah tambang diolah sebelum dilepas ke badan air.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau