Air diolah melalui fasilitas Lamella Gravity Settler (LGS) dan dipantau selama 1x24 jam. Pengujian dilakukan secara internal dan eksternal hingga air mengalir ke Danau Matano.
“Dari hasil pengukuran tersebut, semuanya di bawah baku mutu yang disyaratkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, slag dari pemurnian nikel yang mencapai sekitar 4 juta ton per tahun dimanfaatkan sebagai material konstruksi.
Iqbal menjelaskan, berdasarkan kajian teknis slag tersebut tidak termasuk limbah B3 dan telah dimanfaatkan untuk jalan tambang, tanggul, hingga bahan baku batako sesuai standar SNI.
“Selain itu upaya pemanfaatan slag, kami juga sudah melakukan kajian untuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan antara lain batako dan harapannya ini bisa dipakai untuk di sekitar area pemukiman PT Vale Indonesia,” kata dia.
Iqbal melanjutkan, perusahaan juga mengelola limbah domestik dari kawasan perumahan karyawan melalui sistem pemilahan, pemadatan, dan donasi.
Adapun sampah organik dimanfaatkan untuk budi daya maggot dan kompos yang kemudian didonasikan kepada masyarakat serta nursery.
Implementasi prinsip 3R dalam pengelolaan sampah di area tambang PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako.Seluruh program tersebut dijalankan dalam kerangka pengelolaan sampah untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan bersih.
Setelah lebih dari 50 tahun beroperasi di Sorowako, PT Vale menegaskan komitmennya menjalankan pertambangan dengan prinsip keberlanjutan.
“Karena tidak ada masa depan tanpa pertambangan dan tidak akan ada pertambangan tanpa kepedulian terhadap masa depan,” ujar Iqbal.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya