Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga di Aceh Tewas Diduga Terinjak Gajah Liar, Ini Penjelasan BKSDA

Kompas.com, 23 Februari 2026, 11:30 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang warga bernama Musahar (53), ditemukan tewas akibat terinjak gajah sumatera di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (21/2/2026).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengonfirmasi adanya konflik gajah dan manusia yang menyebabkan kematian korban.

Baca juga:

Kepala Balai KSDA Aceh melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Teuku Irmansyah menyampaikan, Musahar sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bireuen Medical Center (BMC) untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi nyawanya tidak terselamatkan.

"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa interaksi dengan satwa liar memiliki risiko tinggi karena perilaku satwa dipengaruhi oleh naluri alamiah yang sulit diprediksi," kata Teuku dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Warga di Aceh tewas terinjak gajah

Bermula dari korban menginap di kebun jagung

Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa tragis tersebut bermula saat Musafar bersama istrinya menginap selama tiga hari di sebuah pondok kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman.

Pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Musahar menemukan jejak gajah liar di sekitar pondoknya dan berinisiatif mengikuti arah jejak itu. Tidak lama, kata Teuku, terdengar gajah meraung tiga kali dari arah lokasi korban berada.

"Merasa khawatir, istri almarhum segera menghubungi anaknya untuk mengecek kondisi korban. Saat diperiksa di lokasi, anak korban mendapati ayahnya sudah tergeletak dengan kondisi luka injakan di bagian dada dan rahang yang diduga kuat berasal dari gajah liar," jelas Teuku.

Adapun tim BKSDA Aceh telah dikerahkan untuk mendampingi keluarga korban. Sementara itu, pengecekan langsung ke lokasi kejadian masih tertunda menunggu situasi keamanan di lapangan kondusif.

Baca juga:

Pemicu munculnya gajah

Seorang warga meninggal dunia akibat terinjak gajah sumatera di Bener Meriah, Aceh. BKSDA Aceh jelaskan faktor pemicu kemunculan gajah liar.Pexels/Venkat Ragavan Seorang warga meninggal dunia akibat terinjak gajah sumatera di Bener Meriah, Aceh. BKSDA Aceh jelaskan faktor pemicu kemunculan gajah liar.

Menurut BKSDA Aceh, terdapat faktor yang memicu kemunculan gajah liar di area perkebunan serta pemukiman Bener Meriah dan Aceh Tengah belakangan ini.

Pemicunya yakni kerusakan mitigasi berupa barrier atau pagar listrik yang berfungsi sebagai pembatas banyak ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak terawat.

Lainnya, terjadi perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, yang diduga kuat mengubah pola pergerakan dan habitat alami gajah.

Teuku mengimbau warga sekitar menghindari aktivitas di area konflik dan tidak melakukan upaya penghalauan gajah secara mandiri.

"Apabila menemukan jejak atau keberadaan gajah di sekitar pemukiman, segera lapor ke petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan. Kami meminta masyarakat tetap waspada demi menghindari terulangnya kejadian serupa," sebut Teuku.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau