Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Jabar Buka Kemungkinan Kerja Sama Pemilahan Sampah pakai AI

Kompas.com, 23 Februari 2026, 22:31 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kemungkinan bekerja sama dalam hal pemilahan sampah menggunakan kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI), dengan PT Cakrawala Investama Andalan bersama mitra startup Amerika-nya Recycle Pack.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan hal tersebut usai menerima perwakilan dari PT Cakrawala Investama Andalan bersama mitra startup Amerika-nya Recycle Pack di Gedung Sate Bandung, Senin.

Dia menyatakan telah mendapatkan penjelasan mengenai pemilahan sampah langsung pada tong sampahnya secara otomatis, yang selanjutnya bakal ditindaklanjuti oleh dinas-dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar.

Baca juga: HPSN 2026, Kompas.com Gandeng Gen Z Bersih-bersih Sampah

"Ini akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Ini bisa untuk mendukung usaha kita dalam penanggulangan sampah dengan TPPAS Legok Nangka dan lainnya. Agar sampah yang masuk sudah terpilah. Dan mereka juga akan memberikan prototype ke Pemprov Jabar," kata Erwan dikutip dari Antara, Senin (23/2/2026).

Perwakilan Recycle Pack Yolanda mengatakan pihaknya bersama Cakrawala Investama Andalan ingin menghadirkan tong sampah pintar dengan menggunakan AI untuk memilah sampah. Saat ini, contoh inovasi tong sampah yang mereka hadirkan disebut telah hadir di satu titik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dengan lima keranjang yang masing-masing berkapasitas 60 liter.

Mekanisme AI yang digunakan pada tong sampah ini, adalah dilakukan pemindaian oleh kamera yang dibaca oleh AI, kemudian sampah yang telah dipindai dimasukan ke keranjang yang sesuai jenisnya.

Perlu Disempurnakan

Namun, dia mengatakan pihaknya masih menyempurnakan mesin ini dengan penambahan data-data yang dibutuhkan untuk memilah sampah-sampah yang dimasukan ke sana.

"Jadi masing-masing menampung berbagai tipe untuk plastik, metal, kaca, kertas dan sampah biasa. Kita mau coba kerja sama untuk menempatkan di luar sana. Dan untuk mencapai dampak yang yang lebih besarnya jadi kita butuh untuk collect banyak data point. Mudah-mudahan dengan edukasi, dan sekarang kerja sama kita bisa sampai ke target kita," ucapnya.

Erwan mengatakan Pemprov Jabar sangat tertarik pada teknologi ini, guna mendukung efektivitas pemilahan sampah di masyarakat.

"Kami sangat tertarik dengan adanya AI ini supaya nanti betul-betul pemilahannya ini betul-betul efektif. Tidak seperti sekarang kan sangat manual sekali," ucapnya.

Baca juga: Hari Peduli sampah Nasional 2026: Tema hingga Sejarahnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Ai Saadiyah Dwindaningsih mengatakan pihaknya menyambut baik adanya projek ini, tapi menurutnya hal ini masih tahap uji coba dan belum akan menjadi kerja sama.

"Semua teknologi yang memudahkan pasti kita menyambut. Ke depan kita belum tahu, harus lihat dulu ke depannya seperti apa efeknya, karena kan selain pemilahan sampah juga butuh analisis data sebagai dasar pengambilan kebijakan juga," tutur Ai.

Sementara itu, dapat diinformasikan dari hasil pencarian cepat, baik PT Cakrawala Investama Andalan dan startup Recycle Pack tidak ditemukan informasi apapun, selain yang dibicarakan oleh para narasumber di berita ini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau