Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Ungkap Dampak Tersembunyi Industri Digital Terhadap Perubahan Iklim

Kompas.com, 24 Februari 2026, 14:49 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Teknologi digital dipandang sebagai pendorong efisiensi, pertumbuhan, dan inovasi. Namun, siapa sangka kontribusinya terhadap perubahan iklim ternyata jauh lebih besar daripada yang dipahami sebelumnya.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Communications Sustainability menunjukkan bahwa industri digital bertanggung jawab atas sekitar 4,1 persen emisi gas rumah kaca global pada tahun 2021.

Sebagian besar dari emisi ini tidak tercatat dalam standar penghitungan emisi yang ada maupun penilaian iklim resmi.

Emisi industri digital

Melansir Phys, Senin (23/2/2026) sebuah tim riset internasional telah menghitung secara sistematis emisi yang dihasilkan di sepanjang rantai pasok global teknologi digital, termasuk perangkat keras, layanan TI, dan infrastruktur komunikasi.

Analisis ini didasarkan pada data dari periode 2010–2021 dan mencakup emisi langsung maupun tahap produksi di hulu dan hilir.

Baca juga: SJS Luncurkan Ekosistem Digital untuk Perkuat SDM Indonesia

Antara 77 persen hingga 87 persen emisi dihasilkan sebelum teknologi digital tersebut benar-benar digunakan atau disediakan terutama selama proses produksinya di sepanjang rantai pasok global.

"Emisi hulu ini jarang dimasukkan dalam laporan emisi perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya celah regulasi dalam standar penghitungan," jelas rekan penulis Stefanie Kunkel dari Research Institute for Sustainability Potsdam (RIFS).

Greenhouse Gas Protocol sendiri membagi emisi ke dalam tiga kategori.

Scope 1 mencakup emisi yang dihasilkan secara langsung oleh perusahaan yang melapor, misalnya melalui penggunaan bahan kimia atau pembangkitan energi sendiri.

Sementara Scope 2 mencakup emisi tidak langsung dari energi yang dibeli, seperti listrik. Terakhir, Scope 3 mencakup semua emisi tidak langsung lainnya di sepanjang rantai nilai, misalnya dari ekstraksi bahan baku, transportasi, atau penggunaan produk oleh konsumen.

Masalahnya adalah pencatatan emisi Scope 3 bersifat sukarela di banyak wilayah di dunia dan bagi sebagian besar perusahaan, sehingga tidak dilakukan secara memadai oleh banyak perusahaan.

Statistik iklim nasional umumnya menerapkan metodologi penghitungan berbasis produksi. Dengan kata lain, mereka mencatat emisi yang dihasilkan selama proses produksi, namun tidak menghubungkan emisi tersebut ke lokasi tempat barang dan jasa tersebut dikonsumsi.

Lebih lanjut, menurut studi tersebut, 42 persen emisi digital justru sama sekali tidak dikaitkan dengan industri digital, melainkan ke sektor ekonomi lain seperti teknik otomotif, teknik mesin, atau jasa keuangan.

"Apakah emisi dari produksi teknologi digital dilaporkan sebagai emisi digital atau ditetapkan sebagai jejak iklim industri lain bergantung pada bagaimana emisi tersebut dialokasikan dalam statistik iklim. Dan saat ini, emisi digital sering kali tersembunyi dalam jejak sektor-sektor lainnya," jelas Kunkel.

Transparansi dan kerja sama dalam rantai pasokan global

Meskipun emisi dari produksi perangkat keras tradisional baru-baru ini sedikit menurun, para peneliti menunjukkan adanya peningkatan signifikan emisi dari layanan TI.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
 Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Pemerintah
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
BUMN
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Pemerintah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Pemerintah
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Pemerintah
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
Pemerintah
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Swasta
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Swasta
Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender Makin Lebar pada Tahun 2026
Kesenjangan Gaji Berdasarkan Gender Makin Lebar pada Tahun 2026
LSM/Figur
Rekor Global 2025, Kapasitas Energi Terbarukan Tumbuh 692 GW
Rekor Global 2025, Kapasitas Energi Terbarukan Tumbuh 692 GW
Pemerintah
Kompetisi Climate Impact Innovations Challenge Dibuka, Hadiahnya Capai Rp 15 miliar
Kompetisi Climate Impact Innovations Challenge Dibuka, Hadiahnya Capai Rp 15 miliar
Swasta
Awasi Perusahaan Tambang di 14 Provinsi, KLH Tak Segan Bekukan Izin Lingkungan
Awasi Perusahaan Tambang di 14 Provinsi, KLH Tak Segan Bekukan Izin Lingkungan
Pemerintah
Fellowship Tanoto Foundation Dibuka, Bisa Dapat Pelatihan hingga Uang Saku
Fellowship Tanoto Foundation Dibuka, Bisa Dapat Pelatihan hingga Uang Saku
LSM/Figur
GASP Nilai Kebijakan Uni Eropa soal Sawit Tak Selesaikan Masalah Deforestasi
GASP Nilai Kebijakan Uni Eropa soal Sawit Tak Selesaikan Masalah Deforestasi
LSM/Figur
Program Bioetanol Berisiko Bebani Keuangan Negara dan Ancam Ketahanan Pangan
Program Bioetanol Berisiko Bebani Keuangan Negara dan Ancam Ketahanan Pangan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau