Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 11 Februari 2026, 13:28 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Sinar Jernih Suksesindo (SJS) meluncurkan ekosistem digital terintegrasi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-14 perusahaan. Peluncuran ini diumumkan dalam acara Customer Gathering – 14th Celebration of Appreciation & Innovation di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis SJS menuju konsep Outsourcing 5.0, yang mengedepankan integrasi teknologi digital dengan pendekatan human-centric. Melalui strategi ini, SJS menargetkan peningkatan keterampilan tenaga kerja muda sekaligus menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

CEO PT Sinar Jernih Suksesindo, Asteriska Devi Sugiri, mengatakan bahwa transformasi digital menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis. Menurut dia, pengelolaan SDM saat ini dituntut lebih cepat, transparan, dan terintegrasi agar mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: Penguatan PAUD Jadi Fondasi Wujudkan SDM Unggul Berdaya Saing

Memasuki fase baru di usia ke-14, SJS memperkenalkan empat ekosistem produk digital utama. Pertama, Krja+ Pro, platform rekrutmen digital end-to-end yang dilengkapi fitur Interview AI untuk membuat proses seleksi tenaga kerja lebih efisien dan obyektif.

Kedua, T3MAN+, sistem human resource information system (HRIS) berbasis aplikasi dan web yang mendukung pengelolaan karyawan secara terstruktur. Platform ini terintegrasi dengan fitur GajiDimuka, yang memberi fleksibilitas bagi pekerja untuk mengakses sebagian gaji sebelum tanggal pembayaran.

Selain itu, SJS menghadirkan TARAss, aplikasi customer relationship management (CRM) yang memungkinkan pemantauan pelanggan, aset, dan aktivitas penjualan secara real-time.

Baca juga: Menperin Bidik SDM Unggul Jadikan Senjata Utama bagi Industri Nasional

Adapun SJS Academy berperan sebagai lembaga pelatihan kerja yang menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan praktis.

Presiden Komisaris National Energi Group sekaligus Komisaris PT Sinar Jernih Suksesindo Norman E Sebastian menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memperkuat tata kelola dan inovasi bisnis berkelanjutan di era Outsourcing 5.0.

Melalui integrasi teknologi dan penguatan kapasitas manusia, SJS menegaskan bahwa inovasi digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga kerja, melainkan meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi antara perusahaan, pekerja, dan pelanggan.

“Ke depan, SJS optimistis ekosistem digital ini dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujarnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau