KOMPAS.com - Fenomena micro-retirement (pensiun mikro) beredar di kalangan Generasi Z (Gen Z). Selama periode "pensiun" tersebut, Gen Z memilih berwisata ke berbagai destiansi dengan bujet murah.
Inilah fenomena ketika, alih-alih menunggu masa pensiun yang sesungguhnya untuk berkeliling dunia, Gen Z mengambil jeda di antara pekerjaan untuk beristirahat dan pulih dari burnout.
Baca juga:
Cara tersebut digunakan untuk mencapai keseimbangan kerja dan kehidupan yang lebih baik, di tengah angka burnout yang kian naik di kalangan pekerja muda. Pola kerja ini telah berubah pesat dari yang dianut generasi sebelumnya.
"Meningkatnya tingkat stres membuat jeda istirahat yang direncanakan semakin dipandang penting untuk produktivitas jangka panjang," kata Chief Marketing Officer (CMO) Dragonpass, Andrew Harrison-Chinn, dilansir dari Euronews, Kamis (26/2/2026).
Fenomena micro-retirement ramai di kalangan Gen Z. Mereka memilih jeda kerja untuk traveling dan pulih dari burnout.Harrison-Chinn menambahkan, pensiun mikro sering dilakukan beberapa kali sebelum usia pensiun lazimnya dengan tujuan menghindari burnout.
Pensiun mikro muncul dari pergeseran pola pikir yakni menunda kepuasan masa depan menjadi menciptakan kenangan saat ini.
Faktor pendorong tren ini meliputi aktualisasi diri, fear of missing out (FOMO atau takut tertinggal tren), pemulihan dari burnout, serta pencarian keseimbangan kerja dan kehidupan yang lebih sehat. Pensiun mikro juga dinilai berdampak baik terhadap produktivitas pekerja.
Terkadang, pensiun mikro dipadukan dengan pekerjaan lepas, kerja jarak jauh, atau paruh waktu sambil mempertimbangkan langkah karier berikutnya.
“Rencana perjalanan menjadi lebih lama dan santai, perencanaan lebih fleksibel, dan destinasi dipilih berdasarkan kombinasi gaya hidup, konektivitas, serta akses ke fasilitas kebugaran. Wisatawan tidak hanya memikirkan ke mana mereka pergi, tetapi juga bagaimana keseluruhan perjalanan akan terasa termasuk pengalaman di bandara,” jelas Harrison-Chinn.
“Ada juga ekspektasi yang makin besar agar semuanya berjalan mulus, segala sesuatu yang mengurangi hambatan dan membuat perjalanan terasa lancar sangat menarik bagi mereka,” imbuh dia.
Berdasarkan data platform pemasaran rekrutmen Joveo, lebih dari 10 persen pekerja mempertimbangkan pensiun mikro pada pertengahan 2025.
Survei lain dari SideHustles.com menunjukkan bahwa 54 persen responden percaya pensiun mikro dapat mencegah burnout.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya