Bila Gen Z mengambil pensiun mikro, generasi di atasnya yaitu Baby Boomer (kelahiran 1946-1964) justru meninggalkan masa pensiun dan berbondong-bondong untuk kembali bekerja.
Dilansir dari Forbes, Shanna Milford selaku pimpinan HR AS di IRIS Software Group menuturkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan generasi tersebut berencana kerja lagi.
"Bagi 13 persen pensiunan yang berencana kembali bekerja pada 2025, tekanan finansial seperti kenaikan biaya hidup (69 persen) dan utang non-medis (34 persen) menjadi pendorong utama. Selain stabilitas keuangan, kembali bekerja juga memberi manfaat sosial, rasa tujuan hidup baru, dan kesempatan untuk tetap aktif tanpa benar-benar berhenti," terang Milford.
Menurut dia, para pensiunan membawa keberagaman generasi ke tempat kerja, yang meningkatkan kolaborasi dan inovasi tim.
Karyawan muda pun mendapat akses pada kebijaksanaan dan pengalaman rekan kerja yang lebih senior,sehingga membantu menutup kesenjangan pengetahuan.
Baca juga:
Di sisi lain, kembalinya pensiunan juga menguntungkan perusahaan.
“Pensiunan adalah kumpulan talenta berpengalaman, sering kali membutuhkan pelatihan awal yang lebih sedikit dan membawa keterampilan yang dapat mengisi kesenjangan penting. Untuk industri yang mengalami kekurangan tenaga kerja seperti akuntansi di mana 75 persen CPA memenuhi syarat pensiun pada 2020 ini sangat menguntungkan," jelas dia.
Pensiunan juga memiliki pengetahuan institusional, keahlian, dan kemampuan mentoring yang membantu menjembatani kesenjangan keterampilan, mendukung peran kepemimpinan, melatih karyawan junior, hingga memberi konsultasi pada proyek strategis.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya