Penulis
KOMPAS.com - Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan jejak kerusakan mendalam. Tak hanya infrastruktur fisik, akses anak-anak terhadap pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat pun sempat lumpuh.
Menanggapi kondisi tersebut, upaya pemulihan jangka panjang kini menjadi prioritas utama demi mengembalikan kemandirian warga terdampak.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial (ESG), Aeon Group Indonesia mengumpulkan donasi sebesar Rp 307.300.000, Aeon Jepang sebesar 27.727.548 yen, dan Aeon 1% Club Foundation sebesar 50.000 dolar AS dengan total bantuan diserahkan melalui Baznas RI mencapai sekitar Rp 4,1 miliar.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memastikan transisi dari masa darurat menuju masa pemulihan berjalan efektif, khususnya pada dua sektor krusial: pendidikan dan kesehatan.
Pendidikan seringkali menjadi sektor yang paling rentan saat bencana terjadi. Rusaknya bangunan sekolah memaksa aktivitas belajar terhenti. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu risiko learning loss bagi generasi muda di Sumatra.
Oleh karena itu, alokasi bantuan pemulihan ini akan difokuskan pada:
“Kami berkomitmen tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka panjang. Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi masa depan generasi berikutnya,” ujar Presiden Direktur Aeon Indonesia, Takahiro Osugi.
“Harapan kami, langkah kecil ini dapat membantu mempercepat pemulihan pascabencana terutama di sektor pendidikan, dan memberikan semangat baru bagi warga yang sedang bangkit kembali,” lanjut Osugi.
Selain pendidikan, layanan kesehatan menjadi pilar kedua dalam inisiatif ini. Pemulihan layanan kesehatan dasar sangat mendesak untuk mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana serta memberikan pendampingan medis bagi warga.
Selain layanan kesehatan, bantuan juga mencakup paket logistik untuk 500 keluarga guna menjaga ketahanan pangan mereka selama masa transisi.
Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menekankan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong. "Baznas telah memasuki fase recovery untuk mempercepat kembalinya kehidupan sosial dan pendidikan agar masyarakat kembali mandiri," ungkapnya.
Baca juga: Bansos Reguler dan untuk Penyintas Sumatera Sudah Cair 90 Persen
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor swasta lainnya untuk terus terlibat dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menjamin kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang rentan bencana.
Kegiatan penyerahan donasi turut dihadiri oleh Presiden Direktur Aeon Mall Indonesia, Tetsuya Kimura, dan Presiden Direktur Aeon Delight Indonesia, Masatoshi Sashie (26/2/2026).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya