Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Ekstrem di Indonesia Diprediksi hingga Awal Maret 2026

Kompas.com, 27 Februari 2026, 10:23 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Cuaca ekstrem diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama sepekan ke depan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi ini dipengaruhi fenomena atmosfer pada skala global, regional, dan lokal.

"Cuaca di Indonesia sampai 5 Maret 2026 umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkap Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: 

Cuaca ekstrem di Indonesia diprediksi hingga awal Maret 2026

Ada potensi hujan di wilayah tertentu

Andri menambahkan, pada skala global, La Nina lemah masih terdeteksi sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian timur.

Sementara itu, madden julian oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Fenomena ini menyebabkan pembentukan awan hujan.

Kombinasi antara MJO dengan gelombang rossby ekuator dan kelvin serta gelombang frekuensi rendah, lanjut dia, diprakirakan aktif di Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Kalimantan.

Ada pula di Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.

"Yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut," tutur Andri.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Diprediksi Masih Berlanjut, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca

Menurut perkiraan BMKG, hujan ringan hingga ekstrem bakal melanda sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan. canva.com Menurut perkiraan BMKG, hujan ringan hingga ekstrem bakal melanda sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan.

Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di Samudera Pasifik Timur Laut Papua Nugini. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Hindia Barat Daya Banten, dan di Samudera Pasifik Timur Laut Papua.

BMKG sebelumnya mencatat cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Februari 2026, dari Senin (23/2/2026) sampai Kamis (26/2/2026).

Hujan ekstrem terjadi di Bali (216,9 milimeter (mm) per hari), sedangkan hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat di Sulawesi Selatan (146,5 mm per hari).

Adapun BMKG memprediksi cuaca ekstrem di Indonesia masih terjadi hingga Maret 2026 mendatang.

Kondisi itu, lanjut Andri, dipengaruhi masih aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah dari Benua Asia ke wilayah Indonesia bagian selatan.

Di samping itu, terdapat penguatan angin baratan dari Samudera Hindia yang meningkatkan suplai uap air dan mendukung pembentukan awan hujan secara intensif. Lainnya, kelembapan tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat menyebabkan masifnya pembentukan awan serta hujan di sebagian Indonesia bagian selatan.

Baca juga: 

Adakah potensi banjir?

Ilustrasi banjir. Anak-anak sedang melintas di akses jalan Desa Tlogoweru, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terendam banjir, Senin (16/2/2026). Menurut perkiraan BMKG, hujan ringan hingga ekstrem bakal melanda sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan. KOMPAS.COM/NUR ZAIDI Ilustrasi banjir. Anak-anak sedang melintas di akses jalan Desa Tlogoweru, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terendam banjir, Senin (16/2/2026). Menurut perkiraan BMKG, hujan ringan hingga ekstrem bakal melanda sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan.

Mengingat prediksi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata," papar Andri. 

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG.

Anda dapat mengakses layanan tersebut melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan di laman signature.bmkg.go.id/dwt.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga 2 Februari, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau