KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menciptakan produk glutation hasil ekstraksi limbah material organik (biomassa) yeast dari industri bahan bakar nabati (bioetanol).
Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Farida Rahayu menjelaskan, glutation dikenal sebagai master antioksidan yang diproduksi alami dalam tubuh makhluk hidup. Senyawa ini tersusun atas asam amino yakni asam glutamat, sistein, serta glisin.
Baca juga:
“Limbah yeast-nya ternyata sudah memproduksi glutation. Jadi kami tinggal mengambil saja, mengekstraksi saja glutation yang sudah diproduksi oleh yeast,” ujar Farida dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Secara garis besar, glutation bermanfaat bagi tubuh, tidak hanya dari sisi kecantikan, tapi juga kesehatan.
Ilustrasi glutation. Dari limbah bioetanol, peneliti BRIN menciptakan glutation yakni antioksidan untuk kecantikan dan kesehatan tubuh.Tim peneliti memisahkan sel yeast dari limbah secara bertahap melalui pengenceran dan sentrifugasi.
Farida menyampaikan, tantangan utama linbah yeast bioetanol menjadi glutation ialah menemukan metode pemisahan yang lebih optimal.
“Setelah kami menemukan teknologi ini, yang jadi pekerjaan rumah besar adalah bagaimana cara kita memisahkan sel yeast dari limbah itu,” tutur dia.
Farida menuturkan, produksi glutation dilakukan melalui tiga pendekatan antara lain ekstraksi sel, rekayasa media, dan rekayasa genetika. Pada metode ekstraksi, peneliti menguji metode kimiawi, fisik, dan biologis.
“Dari metode ekstraksi yang kita lakukan, ada kimia, biologi, dan ultrasonikasi, ternyata di sini tampak bahwa dengan metode biologi dengan enzimatis menghasilkan produk glutation yang lebih tinggi,” ucap Farida.
Konsentrasi glutation melalui metode biologis mencapai 40 miligram per liter (mg/L), angkanya lebih tinggi dibandingkan beberapa riset sebelumnya dengan produksi wine dan bir.
Sementara itu, percobaan melalui rekayasa media dengan modulasi prekursor asam amino produksi glutation bisa mencapai 95 mg/L. Farida memastikan bahwa timnya menargetkan pengembangan yeast rekombinan yang mampu memproduksi bioetanol dan glutation dengan hasil tinggi dalam satu bioreaktor.
“Dengan rekayasa genetik kami akan bisa memadukan kemampuan yeast untuk memproduksi etanol tinggi dan juga memproduksi glutation tinggi dalam satu bioreaktor. Itu cita-cita kami,” ucap Farida.
Selain menghasilkan glutation, residu sel yeast dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, biofertilizer, dan agen bioremediasi. Sejauh ini, sebagian hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional.
Kendati demikian, tim peneliti belum mendaftarkan hak paten atau kekayaan intelektualnya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya