Para peneliti menyoroti tantangan ini dengan menjabarkan berapa banyak unit (AC) yang akan dibutuhkan seiring dengan meningkatnya taraf ekonomi.
Analisis menemukan potensi permintaan AC global akibat meningkatnya pendapatan di wilayah berpenghasilan rendah adalah tambahan sebanyak 94 juta unit pada tingkat pendapatan menengah, 150 juta unit pada tingkat pendapatan tinggi, dan hingga lebih dari 220 juta unit pada tingkat pendapatan tertinggi.
Dengan menggabungkan perluasan total stok AC dan durasi penggunaan yang lebih lama, peneliti memproyeksikan tambahan emisi gas rumah kaca akan memicu pemanasan tambahan sebesar 0,003 derajat celsius sampai 0,05 derajat celsius, bahkan di bawah skenario SSP119 sekalipun.
Baca juga:
Skenario SSP119 merupakan skenario paling optimis menurut model iklim IPCC, yang mana dunia berusaha sangat keras untuk mencapai target emisi nol bersih dan membatasi pemanasan bumi di angka 1,5 derajat celsius.
Untuk mengatasi hal ini, para peneliti studi menyarankan pendekatan dua arah. Pertama, mempercepat peralihan menuju energi yang lebih bersih dan menghentikan penggunaan zat pendingin kimia secara bertahap.
Kedua, memperbaiki desain bangunan dan perencanaan kota untuk mengurangi ketergantungan kita pada AC.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya