Dalam beberapa kasus, rantai pasokannya dapat mengurangi dampak lingkungan utama hingga lebih dari 90 persen dibandingkan dengan produksi hidrogen saat ini.
Penyelarasan pemilihan teknologi hidrogen hijau dengan jalur dekarbonisasi regional sangat penting untuk mencapai rantai pasokan internasional yang berkelanjutan pada 2050.
"Penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa keberlanjutan hidrogen hijau sangat bergantung pada bauran energi dan rantai pasokan," tutur salah satu penulis studi tersebut, Moein Shamoushaki.
Penundaan dalam implementasi kebijakan atau gangguan pada penerapan EBT dapat secara substansial mengubah keberlanjutan relatif rantai pasokan hidrogen hijau.
"Temuan kami menawarkan wawasan berharga bagi pemerintah dan pembuat kebijakan dalam membentuk produksi hidrogen hijau, rantai pasokan, dan kebijakan yang selaras dengan tujuan nol emisi bersih dan keberlanjutan global dan nasional," ucapnya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya