JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video viral di TikTok seekor anak gajah tampak kesulitan berjalan karena diduga terkena jerat di area perkebunan sawit.
Dalam video yang ditonton 62.000 pengguna itu, banyak warganet yang bertanya-tanya terkait lokasi gajah tersebut dan meminta pihak berwenang menanganinya.
Baca juga:
Menurut pantauan Kompas.com, Jumat (6/3/2026), tak sedikit pengguna yang menduga gajah terjebak berada di perkebunan sawit di Indonesia. Setidaknya, 230 komentar membanjiri akun pengunggah video.
Menanggapi video itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dwi Januanto memastikan gajah dalam video tidak berada di Indonesia.
Kemenhut mendapatkan informasi tentang gajah yang terjebak melalui media sosial TikTok, kemudian petugas menelusuri secara digital video gajah.
"Berdasarkan analisis mendalam terhadap afiliasi akun dan berbagai indikator digital, terdapat dugaan kuat bahwa lokasi pembuatan konten berada di perkebunan kelapa sawit di kawasan Tawau, Sabah, Malaysia, sehingga bukan berasal dari wilayah Indonesia," ujar Dwi dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga:
Anak gajah diduga terjebak di lumpur yang berada dalam perkebunan di Malaysia. Diketahui, satwa dalam video yang tersebar di media sosial termasuk spesies gajah borneo (Elephas maximus borneensis), subspesies gajah asia yang endemik Kalimantan. Gajah ini termasuk satwa dilindungi undang-undang.
"Gakkumhut akan terus mendalami informasi (dalam video) tersebut untuk memastikan seluruh fakta secara komprehensif," tutur Dwi.
Kemenhut pun meminta masyatakat berperan aktif melaporkan dugaan kejahatan kehutanan, termasuk yang berkaitan dengan satwa dilindungi kepada Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam atau Balai Penegakan Hukum Kehutanan setempat.
Berdasarkan video tersebut, tampak anak gajah bersama gajah dewasa mencoba keluar dari lumpur di area perkebunan sawit. Terdengar raungan dari sang gajah yang berupa menolong bayi gajah.
Gajah dewasa itu sempat pergi meninggalkan anak gajah, lalu datang kembali bersama dua kawanan lainnya. Ketiga gajah terlihat menggerak-gerakan belalai mereka ke arah anak gajah.
Namun, ketiganya tampak menjauh saat perekam video mengucapkan sesuatu dalam bahasa melayu.
Secara global, gajah kalimantan berstatus terancam punah (endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Sementara itu, di Indonesia, gajah kalimantan termasuk satwa yang dilindungi Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
Populasinya sekitar 1.000-1.500 ekor dan hanya ditemukan di wilayah Kalimantan Utara, khususnya kawasan perbatasan dengan Sabah, Malaysia. Gajah ini sering disebut gajah kerdil borneo lantaran ukurannya sedikit lebih kecil dibanding gajah asia lain.
Populasinya kian terancam karena alih fungsi lahan, perburuan, deforestasi, konflik satwa dengan manusia, hingga fragmentasi habitat.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya