Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa agroforestri bukanlah praktik baru yang diperkenalkan dari luar komunitas. Ia telah lama berkembang dalam pengalaman masyarakat mengelola lahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
Dalam perspektif adaptasi perubahan iklim, kekuatan utama agroforestri terletak pada prinsip diversifikasi. Ketika satu komoditas mengalami penurunan produksi akibat cuaca ekstrem atau serangan hama, tanaman lain masih dapat memberikan hasil. Sistem ini mengurangi risiko kegagalan total yang sering terjadi dalam pertanian monokultur.
Selain itu, keberadaan pohon dalam sistem agroforestri membantu menjaga kesuburan tanah, memperbaiki siklus air, serta meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap tekanan iklim. Agroforestri dengan demikian tidak hanya menghasilkan komoditas ekonomi, tetapi juga menjaga fungsi ekologis lanskap pedesaan.
Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Di titik inilah agroforestri menunjukkan maknanya yang lebih luas. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai dimensi pembangunan yang sering diperlakukan secara terpisah.
Agroforestri menghubungkan produksi pangan dengan konservasi tanah dan air, menghubungkan ketahanan ekonomi rumah tangga dengan stabilitas ekosistem, serta menghubungkan praktik lokal masyarakat dengan agenda adaptasi perubahan iklim.
Dalam pengertian ini, agroforestri dapat dipahami sebagai sebuah nexus yang mempertemukan berbagai kepentingan pangan, lingkungan, dan ekonomi sekaligus membuka ruang kolaborasi berbagai pihak dalam satu lanskap penghidupan masyarakat.
Di Indonesia, agroforestri berkembang dalam dua ruang. Sebagian dikembangkan dalam kawasan hutan negara melalui skema perhutanan sosial. Namun dalam praktiknya, sebagian besar agroforestri justru tumbuh pada lahan milik masyarakat di luar kawasan hutan.
Hal ini menunjukkan bahwa agroforestri pada dasarnya merupakan prakarsa masyarakat yang kemudian dapat diperkuat melalui kebijakan. Selama ini sektor pertanian dan kehutanan sering diperlakukan sebagai dua domain yang terpisah.
Program perhutanan sosial misalnya lebih menekankan aspek legalitas pengelolaan hutan, sementara dimensi ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim belum sepenuhnya menjadi fokus utama. Padahal dalam praktik kehidupan masyarakat desa, kedua sektor tersebut justru saling terkait secara langsung. Karena itu integrasi agroforestri dalam kebijakan adaptasi perubahan iklim dan pembangunan pedesaan menjadi penting.
Pengembangan agroforestri tidak bebas dari tantangan, karena itu diperlukan dukungan untuk penguatan. Penguatan agroforestri dapat dilakukan melalui pengembangan sistem pangan berbasis agroforestri, peningkatan akses terhadap bibit unggul dan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, pengembangan nilai tambah produk, dan akses pasar yang lebih baik.
Pada akhirnya, agroforestri menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari teknologi baru. Dalam banyak kasus, adaptasi justru telah lama tumbuh dalam praktik pengelolaan lahan yang dikembangkan masyarakat sendiri.
Tugas para pengambil kebijakan adalah mengenali, memperkuat, dan mengintegrasikan praktik tersebut ke dalam kerangka pembangunan yang lebih luas. Dengan cara itu, agroforestri tidak hanya menjadi strategi bertahan menghadapi perubahan iklim, tetapi juga fondasi bagi pembangunan pedesaan yang lebih tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Baca juga: Agroforestri Efektif Jaga Biodiversitas Hutan Tropis, Gambut, Pesisir
Tulisan ini merupakan refleksi profesional penulis berdasarkan pengalaman penelitian dan pengamatan lapangan. Pandangan yang disampaikan adalah tanggung jawab penulis sepenuhnya dan tidak merepresentasikan posisi resmi tim riset maupun lembaga yang terlibat dalam kolaborasi penelitian.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya