Mikroplastik juga menghentikan makrofag untuk menelan dan memecah materi sel mati, yang berpotensi menyebabkan penumpukan "sampah" di jaringan tubuh.
Manusia disebut kehilangan dua persen massa tubuh mereka per hari karena kematian sel, dan makrofag bertugas membersihkan sampah sel mati tersebut.
"Sekitar tiga juta sel (mati) per detik. Jika Anda benar-benar menghitungnya, itu merupakan beban yang cukup besar (bagi makrofag)," ucap Perry.
Penumpukan material sel mati, seperti DNA, dapat memicu sistem kekebalan tubuh karena menandakan adanya ancaman seperti infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Menurut Castillo, penumpukan sel mati bisa memicu peradagan, yang berisiko mengakibatkan gangguan autoimun.
Baca juga:
Mikroplastik juga dapat mengurangi kesuburan ketika diserap oleh makrofag di testis. Studi tersebut mengungkapkan, jumlah sperma tikus jantan menurun selama 18 minggu usai diberi dosis mikroplastik secara teratur.
Perry berspekulasi bahwa mikroplastik kemungkinan berkontribusi dalam penurunan jumlah sperma secara global pada populasi manusia.
Namun, studi tersebut tidak mengeksplorasi potensi dampak partikel-partikel ini terhadap kesuburan perempuan.
Temuan dari studi didasarkan pada makrofag manusia yang menelan mikroplastik ketika dibiakkan dalam cawan laboratorium. Jadi, masih belum diketahui seberapa mudah sel makrofag akan melakukan hal yang sama di dalam tubuh.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya