KOMPAS.com - Robot AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) diperkirakan akan melampaui jumlah pekerja dalam beberapa dekade mendatang, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi agen AI dan terus menekan biaya.
Pekerja manusia diprediksi akan terpinggirkan, apalagi karena para pemimpin perusahaan terus memprioritaskan profitabilitas.
Baca juga:
“Kita memiliki sistem kepemimpinan dalam hal ekonomi dan bisnis yang menjunjung tinggi profitabilitas," ujar penulis buku AI – Anarchy or Abundance? Why the Future of Work Needs Pro-Human Leaders, Rob Garlick, dilansir dari CNBC, Kamis (19/3/2026).
"Ketika Anda menggabungkan profitabilitas dengan kemajuan teknologi, kita akan menyaksikan perdagangan terbesar dalam sejarah, yang pada dasarnya adalah kecerdasan buatan akan mampu melakukan lebih banyak hal, lebih baik dan lebih murah, dan itu akan mampu menggantikan peran manusia," tambah Garlick.
Robot AI diperkirakan akan meningkat menjadi 1,3 miliar pada 2035, serta menggantikan pekerja manusia.Berdasarkan laporan Citi Global Insights tahun 2024 yang dipimpin Garlick, jumlah robot AI akan meroket sebagai akibat dari keputusan bisnis ini.
“Dalam beberapa dekade mendatang, jumlah robot bergerak akan melebihi jumlah pekerja, lalu ditambah lagi dengan agen-agen kecil, dan jumlahnya akan meledak,” tutur mantan kepala inovasi, teknologi, dan masa depan pekerjaan di Citi Global Insights itu.
Robot AI, dari humanoid hingga robot pembersih rumah tangga dan kendaraan otonom, diperkirakan akan meningkat menjadi 1,3 miliar pada tahun 2035.
Jumlah robot AI tersebut juga diperkirakan akan meningkat pesat menjadi lebih dari empat miliar pada tahun 2050.
Bahkan, laporan Citi Global Insights tahun 2024 juga mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan robot AI untuk mengembalikan modalnya melalui penghematan biaya dengan mengganti pekerja manusia.
Misalnya, robot AI seharga 15.000 dollar Amerika Serikat (AS) (sekitar) Rp 254 juta) akan mencapai titik impas dalam 3,8 minggu untuk pekerjaan manusia dengan 41 dollar AS per jam (sekitar Rp 695.000).
Atau, robot AI seharga 35.000 dollar AS (sekitar Rp 593 juta) akan memiliki waktu pengembalian modal selam 8,9 minggu untuk pekerjaan manusia dengan upah 41 dollar AS per jam.
“Anda sudah bisa membeli robot humanoid saat ini, yang memberikan periode pengembalian modal dibandingkan pekerja manusia kurang dari 10 minggu. Manusia tidak bisa bersaing dalam hal ini," ucap Garlick.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya