Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik AS-Israel Vs Iran Hasilkan Emisi hingga 5 Juta Ton dalam 14 Hari

Kompas.com, 23 Maret 2026, 18:27 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menimbulkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar lima juta ton karbon dioksida (CO2) dalam 14 hari pertamanya, menurut studi terbaru.

Konflik tersebut menguras anggaran aksi iklim global lebih cepat dan mengubah wilayah tersebut menjadi wilayah dengan kerusakan lingkungan yang dahsyat. 

Baca juga:

Kondisi diperparah dengan pesawat tempur, drone, dan rudal menyerang infrastruktur bahan bakar fosil, pangkalan militer, kapal laut, serta area permukiman.

“Setiap serangan rudal adalah pembayaran awal untuk planet yang lebih panas dan tidak stabil, dan semua itu tidak membuat siapa pun lebih aman,” ujar salah satu penulis studi sekaligus direktur penelitian di Climate and Community Institute, Patrick Bigger, dilansir dari The Guardian, Senin (23/3/2026).

Konflik AS-Israel vs Iran hasilkan emisi 5 juta ton CO2

Bangunan hancur dan penggunaan bahan bakar termasuk penyebab

Setiap kebakaran kilang dan mogoknya kapal tanker menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik ini tidak sesuai dengan planet yang layak huni.

Apalagi, konflik yang memperburuk krisis iklim ini didikte kebijakan luar negeri dengan orientasi kepentingan bahan bakar fosil.

Kehancuran bangunan menjadi unsur terbesar dari perkiraan biaya karbon. Berdasarkan laporan dari organisasi kemanusiaan Iranian Red Crescent, sekitar 20.000 bangunan sipil telah rusak akibat serangan AS dan Israel. Total emisi GRK yang dihasilkannya mencapai 2,4 juta ton setara CO2 ekuivalen (tCO2e).

Selanjutnya, bahan bakar sebagai unsur terbesar kedua, dengan dengan pesawat pembom berat AS terbang dari tempat yang jauh, seperti Inggris bagian barat untuk melakukan serangan udara ke Iran.

Studi ini memperkirakan sekitar 150-270 juta liter bahan bakar dikonsumsi oleh pesawat terbang, kapal, dan kendaraan pendukung dalam 14 hari pertama, yang menghasilkan emisi GRK sebesar 529.000 tCO2e.

Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.GARDA REVOLUSI IRAN via AFP Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.

Studi ini juga memperkirakan, dalam 14 hari pertama perang, sebanyak 2,5-5,9 juta barel minyak telah terbakar dalam perang AS-Israel melawan Iran, yang menghasilkan 1,88 juta ton CO2e.

Bahkan, pengeboman Israel ke empat depot penyimpanan bahan bakar utama telah memicu awan gelap dan hujan hitam di Teheran.

Salah satu penulis studi dari Universitas Energi dan Sumber Daya Alam di Ghana, Fred Otu-Larbi memperkirakan, emisi GRK akan meningkat pesat seiring berjalannya konflik. Khususnya, karena kecepatan penargetan fasilitas minyak yang sangat mengkhawatirkan.

“Kita semua harus hidup dengan dampak perubahan iklim. Berapa biayanya, tidak ada yang benar-benar tahu, itulah mengapa studi seperti ini sangat penting. Membakar emisi tahunan Islandia dalam dua minggu adalah sesuatu yang benar-benar tidak mampu kita tanggung," tutur Otu-Larbin.

Selain itu, emisi GRK yang dihasilkan dari kehilangan empat pesawat AS dan 28 pesawat, 21 kapal angkatan laut, serta 300 peluncur rudal Iran dalam 14 hari pertama perang, sebesar 172.000 tCO2e.

Dalam 14 hari perang, AS dan Israel juga telah menjatuhkan bom ke lebih dari 6.000 target di dalam Iran.

Sementara itu, Iran membalas dengan sekitar 1.000 rudal, 2.000 drone, dan sekitar 1.900 pencegat yang ditembakkan untuk bertahan.

Emisi GRK yang dihasilkan dari amunisi tersebut mencapai 55.000 tCO2e. Jadi, selama dua minggu pertama perang AS-Israel melawan Iran, emisi GRK yang dihasilkan sebesar 5.055.016 tCO2e.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau