Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Balai Besar TNBTS Identifikasi Temuan 2 Spesies Anggrek Baru

Kompas.com, 27 Maret 2026, 16:49 WIB
Add on Google
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengidentifikasi dua spesies anggrek baru yang ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru, yakni Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS Toni Artaka di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, menyatakan dua spesies anggrek tersebut pada awal Januari 2026 ditemukan oleh petugas yang saat itu sedang melaksanakan patroli kawasan, sekaligus melakukan pengidentifikasian terhadap biodiversitas.

"Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis sama-sama ditemukan pada awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah catatan atau temuan baru di TNBTS yang mana selama ini belum pernah terdata," kata Toni dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: 5 Cara Mendorong Tanaman Anggrek Cepat Berbunga

Dua spesies tanaman anggrek ditemukan pada habitat yang relatif sama, yaitu teduh, berhumus tebal, dan cukup lembab pada elevasi 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.

Untuk spesies Gastrodia selabintanensis tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 centimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum. Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.

Ukuran mahkota bunga Gastrodia selabintanensis memiliki panjang empat centimeter dan lebar empat centimeter berwarna putih semu serta kuning.

Sedangkan spesies Gastrodia biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 centimeter dan bunganya berjumlah tiga sampai lima kuntum.

Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia biruensis memiliki panjang 4-6 sentimeter dan lebar 4-5 sentimeter dengan warna putih serta oranye.

Meski demikian pihak balai besar belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut.

Baca juga: Flora Langka Anggrek Biru Raja Ampat Perlu Perlindungan Serius

Temuan baru ini menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.

Toni menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.

"Kedua jenis ini termasuk tumbuhan mycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya. Upaya lainnya, pemetaan sebaran populasinya dengan cara identifikasi pada lokasi lain pada musim berbunga," tutur Toni Artaka.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AI di Kantor, Berpotensi Menumpulkan Kemampuan Berpikir Kritis Karyawan
AI di Kantor, Berpotensi Menumpulkan Kemampuan Berpikir Kritis Karyawan
LSM/Figur
Studi WWF-CSF: Pendanaan Sektor Perusak Hutan 14 Kali Lebih Besar dari Konservasi
Studi WWF-CSF: Pendanaan Sektor Perusak Hutan 14 Kali Lebih Besar dari Konservasi
LSM/Figur
Krisis Iklim Ganggu Siklus Produksi Manggis, Hasil Panen Petani Turun
Krisis Iklim Ganggu Siklus Produksi Manggis, Hasil Panen Petani Turun
Swasta
Alam Tidak Salah, Kita yang Terlambat Membaca Tanda
Alam Tidak Salah, Kita yang Terlambat Membaca Tanda
Pemerintah
Anak Muda Disebut Makin Enggan Melaut karena Perairan yang Tercemar
Anak Muda Disebut Makin Enggan Melaut karena Perairan yang Tercemar
LSM/Figur
Perhutanan Sosial di Sikka Hasilkan Produk Kopi Unggulan
Perhutanan Sosial di Sikka Hasilkan Produk Kopi Unggulan
Pemerintah
243 Perusahaan Raih Proper Hijau, Ini Daftarnya
243 Perusahaan Raih Proper Hijau, Ini Daftarnya
Pemerintah
 Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Pemerintah
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
Pertamina Raih 14 PROPER Emas dan 108 Hijau, KLH Soroti Peran Inovasi Lingkungan
BUMN
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Estonia Tawarkan Kolaborasi untuk Transisi Hijau dengan Indonesia
Pemerintah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Prabowo Bahas Percepatan Energi Terbarukan di Tengah Gejolak Timur Tengah
Pemerintah
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Belajar dari Rwanda, Konservasi Gorila Kini Jadi Sumber Devisa
Pemerintah
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
WWF Usulkan Transformasi Pembiayaan Hutan Indonesia untuk Keberlanjutan
Pemerintah
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Tekanan Rantai Pasok Global Belum Mereda, Industri Didorong Bangun Ketahanan Sistem
Swasta
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Biofoam Bonggol Jagung, Cara Siswa SMAN 1 Blora Atasi Dominasi Styrofoam
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau