Pertama, jika prakiraan cuaca menjadi sangat akurat sesuai harapan terbaik para ahli, kedua, jika kemajuannya sangat lambat sesuai perkiraan terburuk mereka, dan ketiga jika prakiraan cuaca menjadi benar-benar sempurna tanpa kesalahan sedikit pun.
Baca juga: Suhu Air Laut yang Naik Picu Gelombang Panas Ekstrem di Darat
Menggunakan data kematian dan iklim di masa lalu, para peneliti memperkirakan bagaimana setiap skenario tersebut akan memengaruhi angka kematian di masa depan dalam beberapa kondisi iklim: kondisi tanpa perubahan iklim, kondisi dengan pemanasan 1,6 derajat Celsius, pemanasan 2,7 derajat Celsius, hingga kondisi ekstrem di mana suhu Amerika Serikat naik sebesar 3,8 derajat Celsius.
Hasilnya sama. Para peneliti menemukan beberapa skenario di mana prakiraan cuaca yang lebih akurat dapat menutupi lonjakan angka kematian akibat panas.
Mereka juga menyimpulkan bahwa jika investasi pada prakiraan cuaca menurun dan kualitasnya memburuk, prediksi yang tidak akurat justru dapat menyebabkan lebih banyak orang meninggal karena panas.
"Jumlah nyawa yang selamat berkat prakiraan cuaca yang lebih baik memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Jika nilai tersebut dikalikan dengan jumlah nyawa yang selamat, maka investasi pada ramalan cuaca akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar," kata Lemoine.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya