KOMPAS.com - Metana menyumbang 30 persen pemanasan global sejak Revolusi Industri dan menjadi penyebab utama krisis iklim.
Meski begitu, bank-bank dinilai masih mengabaikan emisi metana yang dihasilkan oleh perusahaan pangan dan pertanian yang merupakan salah satu penghasil emisi terbesar di dunia.
Temuan tersebut berdasarkan penelitian terbaru dari lembaga pemikir keuangan, Planet Tracker.
Melansir Edie, Kamis (16/4/2026) laporan berjudul 'The Silence of the Loans' ini mengungkapkan bahwa emisi metana sering kali luput dari perhatian dalam kebijakan dan target iklim bank-bank besar dunia.
Laporan ini memeriksa 25 lembaga keuangan yang mendanai 15 perusahaan pangan dan pertanian penghasil metana terbesar di dunia, baik melalui pinjaman langsung maupun penerbitan surat utang.
Baca juga: Sumur Minyak Tak Aktif Keluarkan Metana 1.000 Kali Lebih Banyak dari Dugaan
Menurut Planet Tracker, lembaga-lembaga ini secara total telah menyalurkan dana sebesar 159 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.731,9 triliun kepada perusahaan-perusahaan pangan dan pertanian penghasil metana terbesar di dunia.
Sekitar 96 persen dari pinjaman yang diberikan kepada 15 perusahaan penghasil emisi tinggi tersebut dilaporkan berupa pembiayaan yang difasilitasi oleh bank.
Bank-bank yang dianalisis dalam laporan ini termasuk Royal Bank of Canada (RBC), JPMorgan, Goldman Sachs, NatWest, Barclays, dan HSBC.
Planet Tracker mencatat bahwa meski bank-bank punya target keberlanjutan dan emisi gas rumah kaca untuk pembiayaan mereka, sangat sedikit yang terbuka soal pembiayaan yang mereka fasilitasi.
Standar pelaporan internasional (ISSB S2) maupun standar Inggris (UK SRS S2) memang tidak mewajibkan organisasi untuk melaporkan emisi Scope 3 yang berasal dari aktivitas fasilitas pembiayaan tersebut.
Menurut laporan, bank-bank justru secara bersama-sama 'mendukung' terciptanya 1,3 juta ton emisi metana melalui pendanaan mereka ke perusahaan seperti JBS (produsen daging sapi terkemuka), Tyson Foods, Nestlé, Danone, dan Fonterra.
Berdasarkan temuan Planet Tracker, JBS adalah perusahaan pertanian penghasil polusi metana terbesar di dunia.
Produksi daging sapi menjadi penyumbang emisi metana terbesar di sektor pertanian, karena hewan ternak seperti sapi bisa menghasilkan hingga 500 liter metana per hari.
Industri susu juga menghasilkan metana yang tinggi karena ketergantungannya pada sapi. Selain itu, budidaya padi juga menjadi penyumbang besar yang sering diabaikan. Praktik penggenangan sawah menyebabkan bakteri penghasil metana berkembang biak dengan cepat.
Metana bertanggung jawab atas sekitar 0,5 derajat C pemanasan global dan kekuatannya 80 kali lebih besar daripada CO2 dalam jangka waktu 20 tahun.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya