Meskipun begitu, penulis laporan, Ailish Layden menjelaskan belum ada satu pun bank dalam laporan tersebut yang memiliki kebijakan atau target khusus untuk menangani metana.
Laporan tersebut mengakui bahwa Rabobank memiliki komitmen untuk 'mengurangi secara signifikan' emisi metana pada tahun 2050, namun janji ini tidak menyertakan target angka yang spesifik atau tahapan pencapaian jangka pendek."
Dan meski semua bank telah menerbitkan target pengurangan emisi gas rumah kaca untuk sektor energi, hanya dua bank yang menetapkan target khusus untuk sektor pertanian.
Bank tersebut adalah Barclays, yang itu pun hanya berlaku untuk industri susu dan peternakan di Inggris serta Rabobank.
Baca juga: Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Menanggapi temuan tersebut, Planet Tracker meminta bank-bank untuk menerapkan kebijakan yang lebih kuat terkait emisi metana di sektor pangan dan pertanian, mencakup pinjaman langsung maupun pembiayaan yang difasilitasi.
Lembaga pemikir ini juga mendesak pembuat standar aturan untuk mewajibkan institusi keuangan melaporkan emisi metana dari aktivitas pembiayaan mereka.
"Bank harus menggunakan pengaruh mereka untuk mengurangi emisi ini dengan cara membatasi atau menghentikan pendanaan bagi perusahaan yang tidak mau bertindak," papar Layden.
Pada COP27 tahun 2022, dipastikan bahwa 150 negara telah menandatangani Komitmen Metana Global yang kini jumlahnya naik menjadi 159 negara, ditambah Komisi Eropa.
Kesepakatan ini mencakup janji untuk memangkas emisi metana sebesar 30 persen pada tahun 2030 dibandingkan level tahun 2020. Meski ada kemajuan dalam hal pemantauan metana, hal itu belum diikuti dengan tindakan nyata yang memadai, termasuk di sektor pertanian.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya