Angka ini mencakup segalanya, mulai dari energi yang hilang akibat tumpahan minyak dan pembakaran gas sisa, hingga saluran transmisi yang tidak efisien dan energi yang terbuang sebagai panas di industri berat.
Sementara itu penyusutan aset modal merujuk pada penurunan nilai infrastruktur dan mesin ketika barang-barang tersebut rusak lebih cepat dari perkiraan akibat kurangnya perawatan, ketinggalan zaman, atau tidak digunakan secara maksimal diperkirakan kerugiannya mencapai 5,2 triliun euro atau sekitar Rp104,9 kuadriliun.
Dua penyebab terakhir hilangnya nilai ekonomi adalah limbah makanan dan kerugian proses pengolahan, yang masing-masing diperkirakan bernilai lebih dari 650 miliar euro (sekitar Rp13,1 kuadriliun ) dan 904 miliar euro (sekitar Rp18,2 kuadriliun).
Alih-alih kembali menekankan dampak buruk pemborosan ekonomi global terhadap lingkungan, Circle Economy justru menyoroti besarnya nilai finansial yang bisa didapatkan oleh negara dan perusahaan jika mereka menerapkan praktik ekonomi sirkular.
Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya yang sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya