Dalam hal ini, PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN menjadi building management provider dengan skema managed service.
“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS atap dan energy management system terintegrasi,” ujarnya.
Pada tahap awal tersebut, PLN menargetkan pemasangan PLTS atap berkapasitas 1.100 kWp dan 471 unit internet of things (IoT) smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital.
Ke depan, PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia.
“Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton karbondioksida (CO2) equivalent,” papar Khairullah.
Baca juga: Percepat Transisi Energi, PLN Garap PLTS Mentari Nusantara I Berkapasitas 1,225 GW
PLN menargetkan program tersebut diterapkan secara bertahap pada ratusan gedung PLN Group di seluruh Indonesia hingga 2035 sebagai bagian dari modernisasi pengelolaan energi dan operasional perusahaan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya