KOMPAS.com - Platform investasi yang fokus pada dampak lingkungan,
Elemental Impact bersama dengan raksasa teknologi Amazon, Google, Meta, dan Microsoft baru-baru ini mengumumkan peluncuran Data Center Innovation Initiative (DCII).
Itu merupakan sebuah gerakan baru yang bertujuan untuk mendanai perusahaan rintisan di bidang teknologi energi bersih dan material ramah lingkungan.
Selain itu, inisiatif ini juga akan menguji coba teknologi mereka langsung di lingkungan pusat data agar bisa digunakan lebih luas di sektor energi dan industri di masa depan.
Melansir ESG Today, Rabu (27/5/2026) menurut Elemental Impact, inisiatif baru ini diluncurkan untuk memanfaatkan peluang yang jarang terjadi.
Saat ini, pusat data tengah berkembang pesat menjadi salah satu pendorong terbesar dalam pembangunan infrastruktur dunia.
Pertumbuhan ini memicu kebutuhan besar akan sistem pembangkit listrik, material bangunan, dan infrastruktur industri, yang pada akhirnya menciptakan permintaan serta dukungan yang sangat besar bagi lahirnya teknologi-teknologi baru.
Baca juga: Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
“Kami melihat pembangunan pusat data yang besar-besaran dalam sejarah ini sebagai jalan untuk memajukan berbagai inovasi penting yang sudah kami danai selama bertahun-tahun baik di bidang energi, material, maupun air," kata Dawn Lippert, CEO dan Pendiri Elemental Impact.
"Melalui kolaborasi dengan Amazon, Google, Meta, dan Microsoft, kami bisa membantu mempercepat para pengusaha ini dalam memasarkan teknologi mereka yaitu teknologi yang mampu mengurangi emisi dan memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat, termasuk menyediakan energi yang terjangkau dan andal,” paparnya lagi.
Melalui inisiatif baru ini, Elemental akan memberikan modal antara 500.000 dolar hingga 5 juta dolar AS kepada maksimal 10 perusahaan rintisan teknologi hingga tahun 2027.
Selain itu, proyek DCII juga akan menyediakan keahlian khusus, mulai dari strategi pendanaan dan pemasaran hingga pelatihan tenaga kerja, untuk membantu perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi tantangan dan mempercepat pertumbuhan proyek mereka.
Sebagai bagian dari peran mereka, Amazon, Google, Meta, dan Microsoft akan membantu menentukan bidang teknologi apa saja yang paling penting untuk diutamakan, memberikan masukan strategis saat pemeriksaan latar belakang perusahaan, mendukung peluang uji coba proyek, serta membagikan hasil proyek tersebut agar bisa segera ditiru dan digunakan oleh industri lainnya
“Pusat data memiliki posisi yang sangat unik untuk menjadi pendorong lahirnya energi bersih dan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Hal yang membuat kami sangat antusias dengan proyek DCII ini adalah fokusnya dalam memajukan proyek-proyek teknologi baru yang sedang berkembang, sejalan dengan komitmen Meta untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan pusat data yang ramah lingkungan dan inovatif," ungkap Nat Sahlstrom, Wakil Presiden Bidang Energi dan Keberlanjutan di Meta.
"Dengan membagikan apa yang kami pelajari bersama, kami bisa mendukung para pengusaha agar bisa berkembang lebih cepat dan mengubah inovasi ini menjadi dampak nyata di dunia,” tambahnya.
Bidang teknologi yang menjadi sasaran gerakan baru ini mencakup penyimpanan energi, sistem kelistrikan canggih, solusi pendingin industri, dan bahan bangunan rendah emisi karbon.
Baca juga: Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Setiap teknologi tersebut akan diuji coba di pusat data yang sudah ada atau di tempat percontohan khusus. Menurut Elemental, tujuannya adalah untuk mengembangkan teknologi ini agar bisa meningkatkan ketersediaan dan keandalan listrik lokal, menghemat penggunaan lahan dan bahan bangunan, serta mengurangi polusi emisi secara massal.
“Rancangan pusat data yang ramah lingkungan merupakan salah satu peluang dengan pertumbuhan tercepat untuk penerapan teknologi baru saat ini. Itulah mengapa Microsoft bergabung dengan Elemental Impact untuk mengumpulkan para pemimpin industri dan penemu inovasi di seluruh ekosistem ini demi mengejar teknologi-teknologi menjanjikan yang bisa mengurangi emisi," papar Melanie Nakagawa, Chief Sustainability Officer Microsoft.
"Fokus kami adalah membantu memperbesar skala solusi tersebut untuk menghasilkan listrik bersih yang andal serta bahan bangunan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketahanan di lingkungan masyarakat tempat kami beroperasi,” katanya lagi.
Selain raksasa teknologi, gerakan baru ini juga bekerja sama dengan lembaga filantropi seperti Breakthrough Energy Discovery, Builders Vision Philanthropy, Salesforce, dan Stolte Family Foundation, serta mitra hukum Wilson Sonsini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya