Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan

Kompas.com, 30 Mei 2026, 18:42 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Platform investasi yang fokus pada dampak lingkungan,
Elemental Impact bersama dengan raksasa teknologi Amazon, Google, Meta, dan Microsoft baru-baru ini mengumumkan peluncuran Data Center Innovation Initiative (DCII).

Itu merupakan sebuah gerakan baru yang bertujuan untuk mendanai perusahaan rintisan di bidang teknologi energi bersih dan material ramah lingkungan.

Selain itu, inisiatif ini juga akan menguji coba teknologi mereka langsung di lingkungan pusat data agar bisa digunakan lebih luas di sektor energi dan industri di masa depan.

Melansir ESG Today, Rabu (27/5/2026) menurut Elemental Impact, inisiatif baru ini diluncurkan untuk memanfaatkan peluang yang jarang terjadi.

Saat ini, pusat data tengah berkembang pesat menjadi salah satu pendorong terbesar dalam pembangunan infrastruktur dunia.

Pertumbuhan ini memicu kebutuhan besar akan sistem pembangkit listrik, material bangunan, dan infrastruktur industri, yang pada akhirnya menciptakan permintaan serta dukungan yang sangat besar bagi lahirnya teknologi-teknologi baru.

Baca juga: Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data

“Kami melihat pembangunan pusat data yang besar-besaran dalam sejarah ini sebagai jalan untuk memajukan berbagai inovasi penting yang sudah kami danai selama bertahun-tahun baik di bidang energi, material, maupun air," kata Dawn Lippert, CEO dan Pendiri Elemental Impact.

"Melalui kolaborasi dengan Amazon, Google, Meta, dan Microsoft, kami bisa membantu mempercepat para pengusaha ini dalam memasarkan teknologi mereka yaitu teknologi yang mampu mengurangi emisi dan memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat, termasuk menyediakan energi yang terjangkau dan andal,” paparnya lagi.

Pendanaan dan pendampingan untuk start up

Melalui inisiatif baru ini, Elemental akan memberikan modal antara 500.000 dolar hingga 5 juta dolar AS kepada maksimal 10 perusahaan rintisan teknologi hingga tahun 2027.

Selain itu, proyek DCII juga akan menyediakan keahlian khusus, mulai dari strategi pendanaan dan pemasaran hingga pelatihan tenaga kerja, untuk membantu perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi tantangan dan mempercepat pertumbuhan proyek mereka.

Sebagai bagian dari peran mereka, Amazon, Google, Meta, dan Microsoft akan membantu menentukan bidang teknologi apa saja yang paling penting untuk diutamakan, memberikan masukan strategis saat pemeriksaan latar belakang perusahaan, mendukung peluang uji coba proyek, serta membagikan hasil proyek tersebut agar bisa segera ditiru dan digunakan oleh industri lainnya

“Pusat data memiliki posisi yang sangat unik untuk menjadi pendorong lahirnya energi bersih dan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Hal yang membuat kami sangat antusias dengan proyek DCII ini adalah fokusnya dalam memajukan proyek-proyek teknologi baru yang sedang berkembang, sejalan dengan komitmen Meta untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan pusat data yang ramah lingkungan dan inovatif," ungkap Nat Sahlstrom, Wakil Presiden Bidang Energi dan Keberlanjutan di Meta.

"Dengan membagikan apa yang kami pelajari bersama, kami bisa mendukung para pengusaha agar bisa berkembang lebih cepat dan mengubah inovasi ini menjadi dampak nyata di dunia,” tambahnya.

Dari penyimpanan energi hingga bahan bangunan

Bidang teknologi yang menjadi sasaran gerakan baru ini mencakup penyimpanan energi, sistem kelistrikan canggih, solusi pendingin industri, dan bahan bangunan rendah emisi karbon.

Baca juga: Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa

Setiap teknologi tersebut akan diuji coba di pusat data yang sudah ada atau di tempat percontohan khusus. Menurut Elemental, tujuannya adalah untuk mengembangkan teknologi ini agar bisa meningkatkan ketersediaan dan keandalan listrik lokal, menghemat penggunaan lahan dan bahan bangunan, serta mengurangi polusi emisi secara massal.

“Rancangan pusat data yang ramah lingkungan merupakan salah satu peluang dengan pertumbuhan tercepat untuk penerapan teknologi baru saat ini. Itulah mengapa Microsoft bergabung dengan Elemental Impact untuk mengumpulkan para pemimpin industri dan penemu inovasi di seluruh ekosistem ini demi mengejar teknologi-teknologi menjanjikan yang bisa mengurangi emisi," papar Melanie Nakagawa, Chief Sustainability Officer Microsoft.

"Fokus kami adalah membantu memperbesar skala solusi tersebut untuk menghasilkan listrik bersih yang andal serta bahan bangunan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketahanan di lingkungan masyarakat tempat kami beroperasi,” katanya lagi.

Selain raksasa teknologi, gerakan baru ini juga bekerja sama dengan lembaga filantropi seperti Breakthrough Energy Discovery, Builders Vision Philanthropy, Salesforce, dan Stolte Family Foundation, serta mitra hukum Wilson Sonsini.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Ini 16 Pemenang Lestari Awards 2026
Swasta
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
UNDP: Sekitar 70 Persen Ekonomi RI Bergantung pada SDA, Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
LSM/Figur
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
TBS Energi: Bertahan di Bisnis Batu Bara Bisa Timbulkan Kerugian 3,8 Miliar Dollar AS pada 2050
Swasta
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
Susi Pudjiastuti: Pariwisata Pangandaran Tumbuh, tetapi Ekonomi Perikanan Justru Merosot
LSM/Figur
Mari Elka: Indonesia Hadapi 'Perfect Storm', Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Mari Elka: Indonesia Hadapi "Perfect Storm", Keberlanjutan Kini Jadi Syarat Bertahan
Pemerintah
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
AEI: Lebih dari 800 Emiten Sampaikan Laporan Keberlanjutan, Hasil Evaluasi Terbit Juli 2026
Pemerintah
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
OJK Targetkan Aturan Baru Laporan Keberlanjutan Berstandar Global Terbit pada 2026
Pemerintah
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Marine-Based Water Security: Saatnya Laut Jadi Sumber Air Bersih Masa Depan
Pemerintah
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
IPB University Kirim 125 Peserta Ekspedisi Patriot untuk Dampingi Transmigran
Pemerintah
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat 'The Regenerative Pulse'
Lestari Summit 2026: KG Media Serukan Kolaborasi Lintas Sektor lewat "The Regenerative Pulse"
Swasta
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
WVI: Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Gizi, Akses Air Bersih dan Sanitasi Jadi Kunci
LSM/Figur
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Praktik Baik Rumah Maggot, dari Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Sirkular
Swasta
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
IBCSD: Minimnya Transparansi Risiko Lingkungan Hambat Investasi Berkelanjutan di Indonesia
Swasta
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
PBB Soroti Ancaman Sampah Antariksa yang Makin Mengkhawatirkan
Pemerintah
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
BRIN Dorong Pemanfaatan Biomaterial untuk Industri Pertahanan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau