Profesor Perubahan Iklim di Universiti Malaysia Sabah, Justin Sentian mengatakan, El Nino Godzilla akan memicu gelombang panas berkepanjangan kekeringan parah, kebakaran hutan, dan polusi udara di seluruh Asia Tenggara.
“Gangguan ini membuat negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina rentan terhadap suhu yang membahayakan kesehatan masyarakat, membebani jaringan listrik, dan dengan cepat mengurangi cadangan udara yang vital,” ujar Sentian, dilansir dari The Guardian.
El Nino Godzilla menyebabkan tanah kering yang mengancam tanaman pokok di Asia Tenggara, terutama beras dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Selain itu, El Nino Godzilla berisiko memicu kekurangan pangan dan menaikkan harga pasar, yang memberikan pukulan berat bagi perekonomian lokal sekaligus mengancam ketahanan pangan rumah tangga menurun.
Menurut Sentian, dampak El Nino Godzilla paling banyak dirasakan di daerah pedesaan terpencil, di mana infrastruktur udara sudah kurang memadai.
Ketua Global Heat Health Information Network Southeast Asia Hub, Jason Lee mengatakan, negara-negara yang sangat bergantung pada pertanian, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina, sangat rentan terhadap El Nino Godzilla.
Asia Tenggara telah dilanda krisis energi dan pupuk akibat ketegangan di Timur Tengah, serta terpaksa beralih ke bahan bakar kotor untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Kembalinya El Nino ke Asia Tenggara lebih dari sekadar peristiwa cuaca. Ini adalah ujian berat bagi sistem yang sudah berada di bawah tekanan,” tutur Lee.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya