KOMPAS.com - Hutan mangrove yang dianggap sebagai salah satu ekosistem pesisir pantai yang paling terancam punah di dunia, kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan di seluruh dunia.
Menurut penelitian terbaru dari Universitas Tulane, di Amerika Serikat kerusakan hutan mangrove selama puluhan tahun lalu kini berhasil tertutupi oleh pertumbuhan dan perluasan hutan mangrove yang baru.
Melansir Phys, Kamis (4/6/2026) studi yang menggunakan data satelit selama 40 tahun dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Science ini menemukan bahwa jumlah hutan mangrove di seluruh dunia tidak lagi berkurang, melainkan sudah mulai tumbuh secara keseluruhan.
Setelah puluhan tahun hancur akibat penebangan liar dan pembangunan di kawasan pantai, hutan mangrove sekarang justru meluas di banyak wilayah, sebagian besar melalui pemulihan alami dan tumbuh di area pesisir pantai yang baru terbentuk.
Temuan ini memberikan harapan baru yang lebih baik bagi masa depan ekosistem mangrove, yang memiliki peran sangat penting dalam melindungi garis pantai, menjadi tempat hidup ikan, dan menyimpan karbon yang memicu pemanasan global.
“Setelah puluhan tahun terus berkurang, kita akhirnya melihat titik balik bagi hutan mangrove di seluruh dunia,” kata Zhen Zhang, peneliti utama studi ini dari Universitas Tulane.
“Hal ini menunjukkan betapa kuatnya daya tahan hutan mangrove dan potensinya yang besar sebagai solusi alami untuk meredam perubahan iklim serta melindungi kawasan pantai,” katanya lagi.
Baca juga: Saat Mangrove Menjadi Penopang Ekonomi dan Harapan Baru Warga Pesisir
Hutan mangrove sempat terus berkurang sepanjang akhir abad ke-20, dengan kehilangan hampir 2.900 kilometer persegi lahan antara tahun 1980-an hingga 2010.
Namun, selama 16 tahun terakhir, jumlah hutan mangrove yang tumbuh baru justru jauh lebih banyak daripada yang rusak. Pada tahun 2023, luas hutan mangrove telah pulih kembali, sehingga total kehilangan bersih selama 40 tahun terakhir hanya tersisa sekitar 1 persen saja.
“Apa yang kita lihat sekarang adalah perubahan yang nyata. Jumlah hutan mangrove sekarang menunjukkan peningkatan bersih secara global, dan tingkat kerusakannya semakin melambat,” kata Daniel Friess, Profesor Ilmu Bumi dan Lingkungan di Universitas Tulane sekaligus Direktur The Mangrove Lab.
“Meskipun masih ada sebagian hutan mangrove yang hilang, hal ini bisa membuat mangrove menjadi kisah sukses yang langka dalam penyelamatan lingkungan, serta menjadi sumber optimisme yang penting untuk aksi peduli iklim,” kata Friess.
Pemulihan ini didorong oleh gabungan antara upaya penyelamatan manusia dan proses alami. Di banyak wilayah, pohon mangrove tumbuh kembali di bekas tambak udang atau ikan yang sudah ditinggalkan, serta meluas ke area lumpur pantai yang baru terbentuk, terutama di muara sungai di mana endapan tanah menciptakan kondisi terbaik untuk tumbuh.
Selain bertambah luas, penelitian ini menunjukkan kabar baik lainnya. Banyak hutan mangrove yang sudah ada sekarang tumbuh lebih lebat dan lebih sehat.
Hutan mangrove dengan kanopi tertutup yang mampu menyimpan lebih banyak karbon dan memberikan perlindungan pantai yang lebih kuat, telah meluas di seluruh dunia selama 40 tahun terakhir.
Tingkat kerusakan hutan bakau telah menurun drastis sejak tahun 1980-an, menunjukkan keberhasilan dari kebijakan penyelamatan lingkungan dan program penanaman kembali di berbagai negara.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya