Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Gandeng American Airlines Borong 132 Juta Liter Avtur Berkelanjutan

Kompas.com, 11 Juni 2026, 16:46 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com-Google dan American Airlines mengumumkan kesepakatan baru untuk pembelian sertifikat bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF) senilai 132 juta liter untuk jangka waktu tiga tahun.

Menurut kedua perusahaan tersebut, kerja sama ini menjadi kesepakatan bahan bakar ramah lingkungan terbesar yang pernah diumumkan hingga saat ini antara sebuah maskapai penerbangan dan pengguna korporat, serta akan mampu mengurangi hampir 300.000 metrik ton polusi karbon (CO2e).

Emisi sektor penerbangan

Bahan bakar adalah penyebab sebagian besar polusi yang dihasilkan oleh sektor penerbangan.

Pada umumnya, SAF dibuat dari bahan-bahan sisa yang dapat diperbarui, seperti minyak jelantah dan limbah pertanian. SAF dianggap sebagai salah satu alat utama untuk membantu mengurangi polusi karbon di industri penerbangan dalam jangka pendek hingga menengah.

Baca juga: Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri

Para produsen SAF memperkirakan bahwa bahan bakar ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 80 persen sepanjang siklus hidupnya jika dibandingkan dengan bahan bakar pesawat biasa.

Di bawah kesepakatan baru ini, American Airlines akan membeli dan menerima kiriman fisik bahan bakar tersebut di Bandara Internasional O'Hare Chicago melalui fasilitas pipa yang sudah ada.

Sementara itu, Google akan menerima keuntungan klaim ramah lingkungan untuk membantu mengurangi catatan polusi dari perjalanan bisnis karyawannya melalui Sistem Pencatatan SAF. Ini adalah sebuah sistem book-and-claim yang dirancang untuk menyediakan pencatatan pengurangan emisi terkait SAF yang transparan dan dapat dilacak.

Kedua perusahaan tersebut menyatakan bahwa kesepakatan ini juga berhasil membantu American Airlines untuk mengamankan kontrak pembelian SAF jangka panjang yang baru dengan perusahaan pemasok energi, Valero.

"Kerja sama strategis dengan American Airlines ini menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan bisa saling membantu untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang sangat penting. Melalui komitmen jangka panjang ini, kami memberikan sinyal permintaan yang kuat untuk memicu datangnya investasi baru dan membawa lebih banyak bahan bakar pesawat ramah lingkungan ke pasar," kata Kate Brandt, Chief Sustainability Officer Google.

Baca juga: Avtur Berkelanjutan Diprediksi Melonjak, Pertumbuhan SAF Global Capai 64 Persen per Tahun

Target America Airlines

American Airlines telah menetapkan target untuk mencapai bebas polusi pada tahun 2050. Perusahaan tersebut melihat SAF sebagai salah satu alat dengan potensi terbesar untuk mencapai target penurunan polusi tersebut.

Namun, di sisi lain, bahan bakar ini juga menjadi alat yang paling tidak pasti karena belum diketahui apakah produksinya bisa diperbanyak dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan target tersebut.

"Kesepakatan terdepan di industri kami bersama Google adalah langkah maju yang sangat penting untuk mengurangi polusi dari operasional penerbangan kami. Dengan bekerja sama dengan para pemimpin industri seperti Google yang memiliki komitmen yang sama terhadap inovasi, kami membantu meningkatkan permintaan terhadap SAF dan mendukung terciptanya pasar yang lebih kuat serta lebih tangguh," kata Jill Blickstein, Chief Sustainability Officer American Airlines menambahkan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Grab Indonesia Bakal Tambah Armada EV Tiga Kali Lipat Demi Pangkas Karbon
Grab Indonesia Bakal Tambah Armada EV Tiga Kali Lipat Demi Pangkas Karbon
Pemerintah
Perang Nuklir Skala Kecil di Wilayah Tropis Berpotensi Rusak Total Lapisan Ozon Bumi
Perang Nuklir Skala Kecil di Wilayah Tropis Berpotensi Rusak Total Lapisan Ozon Bumi
Pemerintah
Google Gandeng American Airlines Borong 132 Juta Liter Avtur Berkelanjutan
Google Gandeng American Airlines Borong 132 Juta Liter Avtur Berkelanjutan
Swasta
Aset Miliarder Dunia Sumbang Kerusakan Iklim Paling Parah
Aset Miliarder Dunia Sumbang Kerusakan Iklim Paling Parah
Pemerintah
IPB University Kucurkan Hibah untuk Akselerasi Startup dan Hilirisasi Riset
IPB University Kucurkan Hibah untuk Akselerasi Startup dan Hilirisasi Riset
LSM/Figur
UNDP Kucurkan Rp 250 Miliar untuk Lindungi Satwa Liar di Indonesia
UNDP Kucurkan Rp 250 Miliar untuk Lindungi Satwa Liar di Indonesia
Pemerintah
Mandatori B50 Mulai 1 Juli, RI Perlu Tingkatkan Kapasitas Pengolahan
Mandatori B50 Mulai 1 Juli, RI Perlu Tingkatkan Kapasitas Pengolahan
LSM/Figur
Pengembangan SAF dari Limbah Pertanian Terkendala Teknologi dan Keekonomian
Pengembangan SAF dari Limbah Pertanian Terkendala Teknologi dan Keekonomian
LSM/Figur
Terkendala Visa, Beberapa Negara Terancam Gagal Hadiri Forum Iklim PBB
Terkendala Visa, Beberapa Negara Terancam Gagal Hadiri Forum Iklim PBB
Pemerintah
HUT Ke-47, Bintaro Jaya Perkuat Komitmen Bangun Kota Berkelanjutan lewat Ruang Publik Berbasis Konservasi
HUT Ke-47, Bintaro Jaya Perkuat Komitmen Bangun Kota Berkelanjutan lewat Ruang Publik Berbasis Konservasi
Swasta
Gajah Lahir di Taman Satwa Lampung, Dinamai Rut untuk Hormati Dubes Norwegia
Gajah Lahir di Taman Satwa Lampung, Dinamai Rut untuk Hormati Dubes Norwegia
Pemerintah
Kucuran Dana Bank untuk Bahan Bakar Fosil Naik 8 Persen Pada 2025
Kucuran Dana Bank untuk Bahan Bakar Fosil Naik 8 Persen Pada 2025
Pemerintah
Ketika Aksi Pilah Sampah Diajarkan Sejak Dini Lewat Karakter Animasi
Ketika Aksi Pilah Sampah Diajarkan Sejak Dini Lewat Karakter Animasi
LSM/Figur
Induk Gajah Ria Lahirkan Bayi Betina di Taman Nasional Tesso Nilo
Induk Gajah Ria Lahirkan Bayi Betina di Taman Nasional Tesso Nilo
Pemerintah
El Nino Godzilla, Ketahanan Pangan Nasional, dan Nasib Petani
El Nino Godzilla, Ketahanan Pangan Nasional, dan Nasib Petani
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau