Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Grab Indonesia Bakal Tambah Armada EV Tiga Kali Lipat Demi Pangkas Karbon

Kompas.com, 11 Juni 2026, 17:30 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab Indonesia berencana menambah armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tiga kali lipat di tahun ini melalui program Kita Bijak BBM.

Dalam proram ini, mitra Grab Electric menggunakan armada EV baik motor ataupun mobil tanpa perlu membeli unitnya karena bisa menyewa secara harian.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya menyampaikan bahwa saat ini perusahaan menyediakan 14.000 armada EV yang tersebar di 10 kota di Indonesia.

“Kami akan maintain dan tentunya tetap leading sebagai armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia saat ini. Kalau secara kilometernya, Grab Electric sudah menempuh lebih dari 450 juta kilometer totalnya, mengurangi lebih dari 43.000 ton emisi atau setara dengan 18,5 juta liter BBM,” kata Mezaya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Pengamat: Subsidi Kendaraan Listrik Berbasis Nikel Perkuat Industri Baterai Nasional

Menurut dia, penambahan armada kendaraan listrik bukan semata mengejar jumlah unit, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi mitra pengemudi.

Mitra dapat menekan biaya operasional hingga 50 persen dengan menggunakan Grab Electric dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

"Sebenarnya kami lihat juga emission cut-nya kan sangat bagus dari sini. Sebenarnya kami tidak bermain sendiri, kami turut serta membangun ekosistemnya di Indonesia dengan cara fasilitasi EV charging partners dan juga mungkin OEM (produsen) partners," papar Mezaya.

Sementara itu, di tingkat Asia Tenggara, jarak tempuh kendaraan rendah emisi Grab meningkat dari 7 persen pada 2024 menjadi 9 persen pada 2025. Grab sendiri menargetkan mencapai karbon netral pada 2040 mendatang.

Penanaman pohon

Sejak 2021, Grab telah menanam sekitar 1,2 juta pohon di Asia Tenggara melalui program tersebut. Perusahaan juga mengklaim berhasil menghindari dan menghapus lebih dari 770.000 ton emisi karbon dioksida (tCO2e) melalui berbagai inisiatif lingkungan, termasuk proyek penanaman pohon dan partisipasi dalam proyek kredit karbon.

Mezaya menyebutkan, di Indonesia Grab turut berpartisipasi dalam perlindungan hutan gambut.

Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan petani lokal untuk membangun fasilitas pengolahan biochar di Soppeng, Sulawesi Selatan, dan Medan, Sumatera Utara.

“Seiring berjalan dengan waktu, kami juga sudah mulai untuk berkembang ke project-project yang fokusnya kepada lingkungan dan pemberdayaan beyond value chain. Kami ikut partisipasi karbon kredit, melindungi 150.000 hektare Hutan Gambut di Katingan Mentaya, kolaborasi dengan petani lokal membangun situs pengolahan biochar di Sopeng dan Medan,” jelas dia.

Baca juga: Vietnam Perpanjang Potongan Pajak Kendaraan Listrik Hingga 2030

Penanaman pohon juga dilakukan lewat program Grab Green. Pengguna dapat berkontribusi Rp 200 hingga Rp 500 per transaksi untuk penanaman pohon atau program penyelamatan lingkungan.

Di sektor pengelolaan sampah, Grab Indonesia turut meluncurkan Sustainable Packaging Playbook, panduan kemasan berkelanjutan bagi mitra merchant GrabFood.

“Ini merupakan playbook pertama di Indonesia yang dikeluarkan oleh online delivery platform untuk membantu merchant-merchant yang ada di dalam platform, bagaimana bertransisi ke kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tutur Mezaya.

Dia mencatat, Grab Indonesia telah mengelola lebih dari 10.000 ton limbah kemasan sekali pakai untuk didaur ulang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau