JAKARTA, KOMPAS.com - Grab Indonesia berencana menambah armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tiga kali lipat di tahun ini melalui program Kita Bijak BBM.
Dalam proram ini, mitra Grab Electric menggunakan armada EV baik motor ataupun mobil tanpa perlu membeli unitnya karena bisa menyewa secara harian.
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya menyampaikan bahwa saat ini perusahaan menyediakan 14.000 armada EV yang tersebar di 10 kota di Indonesia.
“Kami akan maintain dan tentunya tetap leading sebagai armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia saat ini. Kalau secara kilometernya, Grab Electric sudah menempuh lebih dari 450 juta kilometer totalnya, mengurangi lebih dari 43.000 ton emisi atau setara dengan 18,5 juta liter BBM,” kata Mezaya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Pengamat: Subsidi Kendaraan Listrik Berbasis Nikel Perkuat Industri Baterai Nasional
Menurut dia, penambahan armada kendaraan listrik bukan semata mengejar jumlah unit, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi mitra pengemudi.
Mitra dapat menekan biaya operasional hingga 50 persen dengan menggunakan Grab Electric dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
"Sebenarnya kami lihat juga emission cut-nya kan sangat bagus dari sini. Sebenarnya kami tidak bermain sendiri, kami turut serta membangun ekosistemnya di Indonesia dengan cara fasilitasi EV charging partners dan juga mungkin OEM (produsen) partners," papar Mezaya.
Sementara itu, di tingkat Asia Tenggara, jarak tempuh kendaraan rendah emisi Grab meningkat dari 7 persen pada 2024 menjadi 9 persen pada 2025. Grab sendiri menargetkan mencapai karbon netral pada 2040 mendatang.
Sejak 2021, Grab telah menanam sekitar 1,2 juta pohon di Asia Tenggara melalui program tersebut. Perusahaan juga mengklaim berhasil menghindari dan menghapus lebih dari 770.000 ton emisi karbon dioksida (tCO2e) melalui berbagai inisiatif lingkungan, termasuk proyek penanaman pohon dan partisipasi dalam proyek kredit karbon.
Mezaya menyebutkan, di Indonesia Grab turut berpartisipasi dalam perlindungan hutan gambut.
Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan petani lokal untuk membangun fasilitas pengolahan biochar di Soppeng, Sulawesi Selatan, dan Medan, Sumatera Utara.
“Seiring berjalan dengan waktu, kami juga sudah mulai untuk berkembang ke project-project yang fokusnya kepada lingkungan dan pemberdayaan beyond value chain. Kami ikut partisipasi karbon kredit, melindungi 150.000 hektare Hutan Gambut di Katingan Mentaya, kolaborasi dengan petani lokal membangun situs pengolahan biochar di Sopeng dan Medan,” jelas dia.
Baca juga: Vietnam Perpanjang Potongan Pajak Kendaraan Listrik Hingga 2030
Penanaman pohon juga dilakukan lewat program Grab Green. Pengguna dapat berkontribusi Rp 200 hingga Rp 500 per transaksi untuk penanaman pohon atau program penyelamatan lingkungan.
Di sektor pengelolaan sampah, Grab Indonesia turut meluncurkan Sustainable Packaging Playbook, panduan kemasan berkelanjutan bagi mitra merchant GrabFood.
“Ini merupakan playbook pertama di Indonesia yang dikeluarkan oleh online delivery platform untuk membantu merchant-merchant yang ada di dalam platform, bagaimana bertransisi ke kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tutur Mezaya.
Dia mencatat, Grab Indonesia telah mengelola lebih dari 10.000 ton limbah kemasan sekali pakai untuk didaur ulang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya