JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah daerah masih diguyur hujan selama sepekan ke depan. Curah hujan di Indonesia secara umum diperkirakan berada pada kategori menengah (62,55 persen) dan rendah (37,39 persen).
"Peluang hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi relatif terbatas. Area dengan curah hujan rendah meliputi Jawa, Bali, NTB, NTT, Lampung, serta sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian selatan," kata BMKG dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, hujan kategori menengah cenderung terjadi di Sumatera bagian tengah hingga utara, Kalimantan bagian barat sampai utara, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua. Menurut BMKG, kondisi ini mempertegas potensi kemarau yang kian meluas di Indonesia.
Baca juga: RI Sudah Masuk Musim Kemarau, Waspada Kekeringan dan Karhutla
Selama beberapa hari siklon tropis Mekkhala bergerak menjauhi Indonesia, namun peluang hujan belum sepenuhnya hilang. BMKG menjelaskan, propagasi Gelombang Kelvin dari wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga pesisir Papua Barat Daya berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah.
Kondisi ini turut diperkuat pola siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan Selat Makassar yang dapat membentuk area perlambatan serta pertemuan angin. Selain itu, labilitas atmosfer yang cukup kuat, terutama di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua, sehingga potensi hujan tetap perlu diwaspadai.
"Periode 23-25 Juni 2026 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat," jelas BMKG.
Wilayah yang perlu waspada antara lain Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sedangkan pada 26-29 Juni 2026 hujan ringan hingga lebat diprediksi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan.
Baca juga: Ekonomi Global Terancam Rugi Rp17.477 Triliun Akibat Cuaca Ekstrem
"Kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan di wilayah Indonesia yang masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat, serta dampak turunannya seperti genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, dan berkurangnya jarak pandang," papar BMKG.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Di sisi lain, BMKG mencatat musim kemarau mulai berkembang di selatan ekuator seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan. Secara klimatologis, pola tersebut sejalan dengan prediksi Bulan Juni sebagai fase awal penguatan kemarau, bersamaan dengan terjadinya El Nino.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya