KOMPAS.com – Selama puluhan tahun, Masjid Istiqlal menjadi salah satu ruang publik keagamaan yang paling hidup di Indonesia.
Dari berbagai penjuru, orang datang dengan tujuan yang beragam. Ada yang ingin menunaikan ibadah, mengikuti kajian, mencari ketenangan, juga membawa anak-anak mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan sosial.
Di balik kemegahan bangunan yang menjadi salah satu ikon nasional tersebut, Masjid Istiqlal juga secara konsisten menjalankan peran yang jauh melampaui fungsi sebagai tempat ibadah umat Islam.
Peran tersebut bukanlah sesuatu yang hadir dalam waktu singkat. Sejak awal pembangunannya, Masjid Istiqlal memang dirancang sebagai simbol persatuan bangsa sekaligus pusat peradaban Islam Indonesia.
Gagasan pembangunan Masjid Istiqlal lahir tidak lama setelah Indonesia meraih kemerdekaan.
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menginginkan masjid nasional sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus simbol persatuan seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan pun dimulai pada 24 Agustus 1961 dan berlangsung selama sekitar 17 tahun hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.
Nama "Istiqlal" yang berarti "kemerdekaan" dalam bahasa Arab menjadi representasi dari semangat tersebut.
Baca juga: World Refill Day, Mengenal Refill Station yang Bantu Kurangi Sampah Plastik
Selain diwujudkan melalui arsitektur monumental karya Friedrich Silaban, filosofi itu juga tecermin dalam peran masjid sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat dan terus berkembang mengikuti kemajuan zaman.
Kini, Masjid Istiqlal mampu menampung lebih dari 200.000 jamaah dan menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan berskala nasional ataupun internasional.
Setelah direvitalisasi pada 2021, Istiqlal juga dikenal sebagai salah satu rumah ibadah yang menerapkan konsep ramah lingkungan dan efisiensi energi. Selain di balik kemegahan fisiknya, Masjid Istiqlal juga secara konsisten melahirkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mulai dari edukasi keagamaan, pelestarian lingkungan, hingga layanan kesehatan, seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan komunitas Muslim.
Komitmen memperkuat pemberdayaan komunitas Muslim diwujudkan Masjid Istiqlal melalui beragam program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan.
Di samping memperkuat syiar dan pendidikan keagamaan, Masjid Istiqlal juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, menghadirkan ruang konsultasi bagi umat, serta menyediakan layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat.
Salah satu inisiatif yang mencerminkan semangat tersebut adalah Program Ramadan Bersih. Program ini memanfaatkan momentum bulan suci untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan jamaah.
Baca juga: Lewat ASRI, Unilever Indonesia dan Kompas Gramedia Perkuat Edukasi Keberlanjutan di Sekolah
Tak dapat dimungkiri, volume sampah selama Ramadhan cenderung meningkat akibat aktivitas berbuka puasa, sahur, ataupun berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan ribuan jamaah.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya