Editor
BOGOR, KOMPAS.com – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, persoalan keamanan pangan masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
Kerugian akibat penyakit yang dipicu makanan tidak aman diperkirakan mencapai Rp 229 triliun setiap tahun, sehingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekaligus perekonomian nasional.
"Di Indonesia, masalah kesehatan akibat makanan menyebabkan kerugian mencapai Rp 229 triliun setiap tahun. Dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi," ujar Taruna dalam kuliah umum pada pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IPB University di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Program SNI Goes to Campus Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Menurut Taruna, besarnya dampak tersebut menjadi alasan pentingnya pelaksanaan KKN tematik yang berfokus pada keamanan pangan.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan yang aman.
Ia menjelaskan, terdapat empat aspek utama yang perlu diperkuat untuk membangun sistem keamanan pangan di Indonesia.
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan. Kedua, pengawasan terhadap sumber produksi pangan yang menjadi tanggung jawab BPOM.
Selanjutnya, pengelolaan proses pengolahan pangan agar memenuhi standar keamanan dan mutu. Aspek terakhir adalah pelibatan mahasiswa sebagai kader yang dapat membantu menyebarluaskan edukasi keamanan pangan di tengah masyarakat.
"Mahasiswa harus menjadi kader yang mampu mendukung upaya peningkatan keamanan pangan di masyarakat," kata Taruna.
Ia menekankan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah persoalan kesehatan yang lebih luas.
Karena itu, Taruna berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat memperkuat budaya keamanan pangan hingga tingkat keluarga dan komunitas.
Baca juga: Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
"Kita harus membangun kesadaran bersama agar keamanan pangan menjadi perhatian semua pihak. Dengan begitu, berbagai persoalan kesehatan yang ditimbulkan oleh pangan tidak aman dapat dicegah sejak awal," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar menyatakan bahwa pihaknya menggandeng IPB University untuk pelaksanaan program KKN dengan fokus mendorong pemanfaatan inovasi serta penguatan keamanan pangan di tingkat masyarakat.
Dalam program ini, IPB memberangkatkan sebanyak 3.679 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi periode Juli–Agustus 2026.
Program pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience"
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya