Tim menyatakan bahwa cara ini sudah berhasil diterapkan di 99 persen acara balapan di Eropa. Selain itu, mereka akan terus berinvestasi membeli sertifikat bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAFc) untuk penerbangan mereka.
Tim Mercedes juga berencana untuk membuat pengiriman barang menjadi lebih efisien, memperbanyak penggunaan angkutan laut dan kereta api jika memungkinkan, serta membuat program hospitality yang lebih ramah lingkungan dengan fokus pada pengurangan polusi dari makanan dan pengelolaan sampah.
Untuk perjalanan dinas, strateginya adalah dengan terus SAFc, mengurangi perjalanan jauh yang tidak terlalu penting, serta membatasi waktu menginap di hotel yang terlalu lama.
Guna mengatasi polusi dari perusahaan pemasok, Mercedes berencana bekerja sama dengan para pemasok mereka untuk meningkatkan pemahaman tentang iklim, mencari peluang inovasi baru, serta mendukung jalannya proyek-proyek pengurangan polusi.
Mereka juga akan membuat sistem untuk mengukur hasil dari perbaikan yang dilakukan oleh para pemasok, serta menerapkan standar aturan baku yang wajib dipenuhi oleh semua pemasok melalui aturan baru bernama Pedoman Perilaku Pemasok (Supplier Code of Conduct).
Baca juga: Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Laporan tersebut menekankan bahwa pusat industri balap motor di Inggris punya potensi besar untuk membantu negara tersebut beralih menuju bebas emisi.
Tim Mercedes menyatakan akan terus bekerja sama dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA), manajemen Formula 1, serta organisasi industri lainnya untuk mengampanyekan gerakan peduli iklim di seluruh dunia balap.
Tanggung jawab untuk menjalankan strategi iklim ini berada di tangan Komite Manajemen tim, yang dibantu oleh Komite Tata Kelola, Kelompok Kerja Lingkungan, dan Kelompok Kerja Sosial.
Kelompok-kelompok ini bertugas mengawasi risiko serta peluang di bidangnya masing-masing, lalu melaporkannya kepada Komite Manajemen, yang kemudian akan memberikan laporan perkembangan terbaru kepada Dewan Direksi perusahaan.
Tim Mercedes menyatakan bahwa semua data polusi mereka dihitung menggunakan aturan standar dunia bernama Greenhouse Gas Protocol (Protokol Gas Rumah Kaca).
Aturan ini sedang diperbaiki saat ini dan akan diperbarui pada awal tahun 2027. Mercedes juga rutin menerbitkan laporan kinerja lingkungan tahunan yang berisi data penggunaan energi dan polusi karbon mereka sesuai dengan aturan resmi di Inggris.
Selain itu, Mercedes telah menyelesaikan penilaian dampak lingkungan dua arah (double materiality assessment) pada tahun 2024 lalu, dan mereka berencana untuk menerbitkan laporan perkembangannya pada tahun ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya