Penulis
Tanpa adanya pohon berakar kuat, air hujan yang turun akan langsung menjadi aliran permukaan atau surface runoff yang memicu erosi, mengikis tanah subur, dan gagal meresap ke dalam bumi.
Karyanto berujar, sejak beroperasi pada 2002, pabrik Danone AQUA di Klaten secara konsisten melakukan studi komprehensif yang dibarengi dengan aksi konservasi hulu. Perusahaan memperkenalkan pertanian berkelanjutan kepada warga Desa Mriyan.
Dia menambahkan, perusahaan juga memfasilitasi pembuatan terasering dan membagikan bibit pohon bernilai ekonomi tinggi yang memiliki akar menghujam dalam, seperti kopi dan alpukat.
Baca juga: Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik
"Di daerah gumuk ini, Danone terus mempromosikan sebagai daerah edukasi, living lab. Sehingga kita bisa mengundang kampus, mahasiswa, sekolah, pemerintah atau NGO (non governmental organization) untuk bisa ke seini belajar konservasi sehingga bisa berkembang dan menumbuhkan ekonomi juga," jelas Karyanto.
Danone AQUA juga menginisiasi forum lintas masyarakat yang menghubungkan pemangku kepentingan di wilayah hulu dan hilir. Komunitas hilir sebagai penikmat air didorong berkontribusi nyata melalui mekanisme pembayaran jasa lingkungan demi kelestarian di hulu.
"Ada aspek ekonomi yang membuat program pemberdayaan masyarakat dan program konservasi menjadi sustain (berkelanjutan) dan selalu berlangsung," ucap Karyanto.
Operational Water Resources & Watershed Science Senior Manager AQUA Arif Fadillah mengungkapkan bahwa berdasarkan pengujian isotop, air baku yang digunakan AQUA terbukti memiliki jejak hidrologis yang berasal dari resapan air di Sub-DAS Pusur.
Sejak awal beroperasi hingga kini, pemantauan hidrologi menunjukkan tekanan air bawah tanah di sumur dalam mereka tetap stabil dan tidak berubah, menandakan tidak adanya penyusutan debit.
Validasi ilmiah ini diperkuat oleh penjelasan Ahli Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Heru Hendrayana. Menurut Heru, karakteristik batuan vulkanik yang membentuk Gunung Merapi memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan air bawah tanah.
Baca juga: Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
"Dengan potensi yang baik, pas untuk sumber air minum," kata Heru.
Selain air baku untuk AQUA, air dari Sub-DAS pusur juga dimanfaatkan sebagai penunjang utama pertanian, perikanan, dan industri
Dia juga menepis kekhawatiran mengenai perebutan air antara industri dan masyarakat lokal.
Heru menerangkan bahwa lapisan air yang diambil oleh AQUA berada di kedalaman akuifer tertekan yang sangat dalam. Lokasinya terpisah secara geologis oleh lapisan batuan kedap air dari lapisan akuifer bebas yang digunakan untuk sumur warga sehari-hari.
Dengan demikian, pengambilan air dalam tersebut sama sekali tidak memengaruhi ketersediaan air sumur milik masyarakat.
Kendati demikian, Heru memberikan catatan penting bahwa keberlanjutan pemanfaatan air bawah tanah ini mutlak bergantung pada seberapa efektif air hujan dapat meresap di Sub-DAS Pusur saat ini.
"Intinya kita tidak mengubah fungsi lahan seperti dulu-dulu sehingga air meresap secara alamiah," ucap Heru.
Baca juga: Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya