Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Juli 2026, 14:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Tanpa adanya pohon berakar kuat, air hujan yang turun akan langsung menjadi aliran permukaan atau surface runoff yang memicu erosi, mengikis tanah subur, dan gagal meresap ke dalam bumi.

Karyanto berujar, sejak beroperasi pada 2002, pabrik Danone AQUA di Klaten secara konsisten melakukan studi komprehensif yang dibarengi dengan aksi konservasi hulu. Perusahaan memperkenalkan pertanian berkelanjutan kepada warga Desa Mriyan.

Dia menambahkan, perusahaan juga memfasilitasi pembuatan terasering dan membagikan bibit pohon bernilai ekonomi tinggi yang memiliki akar menghujam dalam, seperti kopi dan alpukat.

Baca juga: Banjir dan Air Limbah Tingkatkan Risiko Paparan Bakteri yang Resisten Antibiotik

"Di daerah gumuk ini, Danone terus mempromosikan sebagai daerah edukasi, living lab. Sehingga kita bisa mengundang kampus, mahasiswa, sekolah, pemerintah atau NGO (non governmental organization) untuk bisa ke seini belajar konservasi sehingga bisa berkembang dan menumbuhkan ekonomi juga," jelas Karyanto.

Danone AQUA juga menginisiasi forum lintas masyarakat yang menghubungkan pemangku kepentingan di wilayah hulu dan hilir. Komunitas hilir sebagai penikmat air didorong berkontribusi nyata melalui mekanisme pembayaran jasa lingkungan demi kelestarian di hulu.

"Ada aspek ekonomi yang membuat program pemberdayaan masyarakat dan program konservasi menjadi sustain (berkelanjutan) dan selalu berlangsung," ucap Karyanto.

Jejak hidrologis

Operational Water Resources & Watershed Science Senior Manager AQUA Arif Fadillah mengungkapkan bahwa berdasarkan pengujian isotop, air baku yang digunakan AQUA terbukti memiliki jejak hidrologis yang berasal dari resapan air di Sub-DAS Pusur. 

Sejak awal beroperasi hingga kini, pemantauan hidrologi menunjukkan tekanan air bawah tanah di sumur dalam mereka tetap stabil dan tidak berubah, menandakan tidak adanya penyusutan debit.

Validasi ilmiah ini diperkuat oleh penjelasan Ahli Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Heru Hendrayana. Menurut Heru, karakteristik batuan vulkanik yang membentuk Gunung Merapi memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan air bawah tanah. 

Baca juga: Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data

"Dengan potensi yang baik, pas untuk sumber air minum," kata Heru.

Selain air baku untuk AQUA, air dari Sub-DAS pusur juga dimanfaatkan sebagai penunjang utama pertanian, perikanan, dan industri  

Dia juga menepis kekhawatiran mengenai perebutan air antara industri dan masyarakat lokal.

Heru menerangkan bahwa lapisan air yang diambil oleh AQUA berada di kedalaman akuifer tertekan yang sangat dalam. Lokasinya terpisah secara geologis oleh lapisan batuan kedap air dari lapisan akuifer bebas yang digunakan untuk sumur warga sehari-hari. 

Dengan demikian, pengambilan air dalam tersebut sama sekali tidak memengaruhi ketersediaan air sumur milik masyarakat.

Kendati demikian, Heru memberikan catatan penting bahwa keberlanjutan pemanfaatan air bawah tanah ini mutlak bergantung pada seberapa efektif air hujan dapat meresap di Sub-DAS Pusur saat ini. 

"Intinya kita tidak mengubah fungsi lahan seperti dulu-dulu sehingga air meresap secara alamiah," ucap Heru.

Baca juga: Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sangkulirang-Mangkalihat Simpan Cadangan Karbon 275 Gigaton, Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional
Sangkulirang-Mangkalihat Simpan Cadangan Karbon 275 Gigaton, Selangkah Lagi Jadi Geopark Nasional
LSM/Figur
Google, McKinsey, dan Tencent Investasi di Sektor Penyerapan Karbon Indonesia
Google, McKinsey, dan Tencent Investasi di Sektor Penyerapan Karbon Indonesia
Pemerintah
Simfoni Bunga dan Air, Napas Konservasi di Lereng Merapi
Simfoni Bunga dan Air, Napas Konservasi di Lereng Merapi
Swasta
RI Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon Nasional, Empat Proyek Mulai Diperdagangkan
RI Luncurkan Sistem Registri Unit Karbon Nasional, Empat Proyek Mulai Diperdagangkan
Pemerintah
Kesenjangan Literasi Digital Masih Jadi Hambatan UMKM Adopsi AI
Kesenjangan Literasi Digital Masih Jadi Hambatan UMKM Adopsi AI
Swasta
Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam
Amazon Teken Kesepakatan Serap 2 Juta Ton Karbon Berbasis Alam
Swasta
Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
Pemerintah
Sekolah di NTT Raih Penghargaan Asia Pasifik Berkat Inovasi Olah Limbah Kulit Pisang
Sekolah di NTT Raih Penghargaan Asia Pasifik Berkat Inovasi Olah Limbah Kulit Pisang
LSM/Figur
IEA: Permintaan Gas Dunia Diperkirakan Turun 0,5 Persen Tahun Ini
IEA: Permintaan Gas Dunia Diperkirakan Turun 0,5 Persen Tahun Ini
Pemerintah
Malaysia Waspadai Suhu Tembus 40 Derajat Celsius Awal 2027 akibat El Nino
Malaysia Waspadai Suhu Tembus 40 Derajat Celsius Awal 2027 akibat El Nino
Pemerintah
Sekolah Tambang Hadir di Morowali, Mampukah Jadi Tiket Masa Depan Daerah?
Sekolah Tambang Hadir di Morowali, Mampukah Jadi Tiket Masa Depan Daerah?
Pemerintah
Pertobatan Ekologis, Dimensi Moral, dan Keberanian Politik
Pertobatan Ekologis, Dimensi Moral, dan Keberanian Politik
Pemerintah
Peneliti UGM: Spesifikasi Aspal Jalan Perlu Beradaptasi dengan Krisis Iklim
Peneliti UGM: Spesifikasi Aspal Jalan Perlu Beradaptasi dengan Krisis Iklim
Pemerintah
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
BrandzView
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau