Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Juli 2026, 14:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Peran anggrek

Tidak hanya memperbaiki tata cara berladang melalui terasering, Joko dan komunitas Kelompok Karya Muda melangkah lebih jauh dengan membudidaya anggrek endemik Merapi yang terancam punah.

Hingga saat ini, mereka telah berhasil mengidentifikasi dan melestarikan sekitar 45 spesies anggrek liar dari lereng Gunung Merapi. Salah satu yang berhasil diselamatkan adalah Vanda tricolor, spesies anggrek langka di Merapi.

Anggrek-anggrek ini tidak sekadar indah dipandang, melainkan juga menjadi benteng perlindungan ekosistem hulu. Kehadiran anggrek di alam lepas juga menjadi indikator atas sehatnya lingkungan sekitar.

"Anggrek juga sevara tidak langsung mencegah penebang menebang pohon. Dulu iya menebang, sekarang sudah tidak lagi," tutur Joko.

Program ini pun melibatkan partisipasi masyarakat luas, salah satunya melalui skema adopsi anggrek. Wisatawan atau donatur dapat berkontribusi secara finansial untuk mengadopsi anggrek. 

Baca juga: WVI Kampanyekan Water fo Timor, Dekatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi di NTT

Dalam adopsi tersebut, anggrek akan ditanam kembali di habitat aslinya di dalam hutan Merapi yang masuk dalam zona tangkapan air. 

Sebagai gantinya, para pengadopsi akan menerima laporan mengenai perkembangan dan kesehatan anggrek yang mereka asuh.

Desa Mriyan sendiri merupakan kawasan sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur yang memegang peranan krusial sebagai groundwater recharge area. 

Air hujan yang jatuh di kawasan hulu ini diserap oleh tanah, ditahan oleh akar-akar vegetasi hutan, lalu bergerak jauh ke bawah tanah mengisi lapisan akuifer tertekan atau confined aquifer

Lapisan inilah yang menyimpan air dengan tingkat kemurnian tinggi dan kaya akan mineral alami terlarut.

Baca juga: Lautan Dunia Kritis, Laju Kenaikan Air Laut Naik 2 Kali Lipat

Kaya mineral

Pemandangan Bukit Emmon yang dilihat di Dusun Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Selasa (7/7/2026).KOMPAS.com/DANUR LAMBANG PRISTIANDARU Pemandangan Bukit Emmon yang dilihat di Dusun Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Selasa (7/7/2026).

Air dari akuifer tertekan ini juga menjadi sumber air baku bagi produk air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA. Sumur pengambilan airnya terletak di dekat pabrik, berjarak sekitar 25 kilometer dari zona tangkapan air di Desa Mriyan. 

Untuk mencapainya, dilakukan pengeboran dalam menembus lapisan batuan kedap hingga menyentuh akuifer tertekan. Karena posisinya yang sangat dalam dan terisolasi dari polusi permukaan, air yang dihasilkan murni dan kaya mineral.

Karakteristik ini berbeda dengan air sumur masyarakat yang memanfaatkan akuifer bebas atau unconfined aquifer. Air di akuifer ini posisinya lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga lebih rentan terhadap fluktuasi musim serta pencemaran.

Public Affairs and Sustainability Senior Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menegaskan, keberadaan air murni ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses alamiah yang sangat kompleks. 

Baca juga: Amazon Capai 75 Persen Target Penghematan Air Pusat Data

Public Affairs and Sustainability Senior Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo saat memberikan paparan di Dusun Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Selasa (7/7/2026).KOMPAS.com/DANUR LAMBANG PRISTIANDARU Public Affairs and Sustainability Senior Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo saat memberikan paparan di Dusun Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Selasa (7/7/2026).

Dia berujar, kawasan Sub-DAS Pusur berada dalam ancaman serius jika tutupan hutannya hilang akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali atau pertanian yang tidak berkelanjutan.

"Awalnya ini hutan, terus jadi agrikultur, sehingga harus dilakukan konservasi agar air bisa terserap maksimal di dalam sana (bawah tanah)," jelas Karyanto.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau