Masyarakat dapat mengetahui lokasi yang paling membutuhkan penghijauan, memantau perkembangan vegetasi, serta mengevaluasi perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga dapat terlibat dalam pengumpulan data dan perawatan lingkungan kota.
Baca juga: Pemerintah KBB Mulai Penghijauan Bekas Longsor Cisarua, Benih Ditebar Pakai Drone
Ridwan menilai ruang hijau tidak semestinya dipandang sebagai ruang sisa setelah pembangunan selesai. Persoalan panas perkotaan, genangan, berkurangnya daerah resapan, hingga kualitas ruang publik merupakan persoalan yang saling berkaitan.
Karena itu, vegetasi perlu ditempatkan sejak awal sebagai salah satu komponen utama dalam perencanaan kota.
Mulai dari pohon di halaman rumah, pohon peneduh di trotoar, taman lingkungan, hingga kawasan hijau dalam skala regional merupakan bagian dari sistem yang membantu Cekungan Bandung tetap layak huni.
"Di tengah pembangunan kawasan perkotaan yang terus berlangsung, menjaga pohon bukan berarti menghentikan perkembangan kota. Sebaliknya, pohon membantu memastikan pembangunan tetap memberikan ruang bagi air untuk meresap, udara untuk menjadi lebih nyaman, masyarakat untuk beraktivitas, dan lingkungan untuk tetap bertahan bagi generasi berikutnya," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya