Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan Indosat Melebarkan Sayap ke Provinsi Kepulauan

Kompas.com - 30/08/2023, 16:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) terus melebarkan sayapnya hingga wilayah terluar dan terdepan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, menurut Director and Chief Business Officee Indosat Ooredoo Hutchison M Danny Buldansyah, dalam melebarkan sayap bisnis di wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste, banyak tantangan yang dihadapi.

Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, tantangannya yakni merupakan daerah kepulauan. Sehingga, investasi yang diperlukan untuk perluasan jaringan menjadi lebih mahal.

Baca juga: Jaringan Internet Indosat Jangkau Area Terluar, Terdepan dan Tertinggal Kepri

"Lumayan mahal investasi di Indonesia, karena kita ini negara kepulauan dan saat ini akses jaringan telekomunikasi sangat membutuhkan jaringan kabel optik," ujar Danny, dalam Festival Literasi Digital yang digelar di Auditorium Politeknik Negeri Kupang, Rabu (30/8/2023).

Kata Danny, kabel optik ini sangat sedikit dan harganya mahal untuk akses ke Indonesia timur. Ditambah lagi kata dia berada di wilayah kepulauan yang harus menyeberangi laut seperti di NTT.

Meski begitu, Indosat tetap berkomitmen dengan investasi yang sudah disalurkan, bisa memecahkan semua masalah tersebut.

Baca juga: 1.444 Marbot se-Indonesia Terima Donasi Ramadan dari Indosat

"Akhirnya kami bisa menggelar jaringan di NTT dengan cakupan wilayah yang luar biasa . Di Kota Kupang, kami sudah mengcover 100 persen. Kabupaten lainnya juga sudah lumayan dan ini perkembangannya luar biasa," ungkap dia.

Jadi Indosat bukan sekadar hadir, tetapi dengan kualitas sangat baik sehingga bisa dimanfaatkan dalam beraktivitas sehari-hari untuk bisnis terutama pelajar dan mahasiswa, serta usaha mikro kecil menengah UMKM.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Swasta
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Swasta
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau