Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesehatan Mental Penting untuk Kehidupan Berkelanjutan

Kompas.com, 7 Juni 2023, 21:00 WIB
Add on Google
Josephus Primus,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesehatan mental, menurut pandangan Caezarro Rey Abishur atau karib disapa Coach Rheo ,adalah hal utama dan penting untuk kehidupan berkelanjutan.

Coach Rheo mengatakan, tantangan kesehatan mental selalu ada. Baik pada masa kini, maupun mendatang.

"Kesehatan mental yang terganggu juga akan mengurangi kebahagiaan seseorang," tutur Coach Rheo pada workshop bertema Redefining Mental Health: True Emotional Healing #KembalikanBahagiamu, Selasa (6/6/2023).

Sama seperti tubuh manusia yang membutuhkan perawatan dan perhatian yang tepat, pikiran dan emosi juga membutuhkan perawatan serupa.

Hal ini karena kesehatan mental yang tepat memainkan peran sangat penting dalam membantu individu menghadapi tantangan mental, mengatasi gangguan psikologis, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Ajinomoto Kampanyekan Bijak Garam demi Kesehatan

Gangguan kesehatan mental yang dibiarkan dapat berubah menjadi beban emosi yang mengganggu kehidupan seseorang.

Ia bisa mengalami berbagai masalah, trauma, phobia, dan lainnya.

Akibatnya, hidup mereka dipenuhi oleh penyesalan, kecemasan, dan kesedihan serta kemarahan yang tersimpan dalam diri selama bertahun-tahun akibat beban emosi dan trauma masa lalu.

Selanjutnya, beban emosi ini dapat merusak kesehatan fisik dan mental, mengganggu hubungan interpersonal, mematikan keberhasilan dalam karier, serta menghambat rezeki.

Coach Rheo mengaku punya metode tepat yang efektif dan efisien untuk menghilangkan beban emosi dan berbagai gangguan kesehatan mental.

Metode terapi itu bernama Divine Oracural Assistance-Tension Releasing Therapy Online (DOA-TRTO).

Baca juga: Kementerian Kesehatan Inisiasi Perbaikan Gizi Remaja Berkelanjutan

DOA-TRTO adalah cara baru melepas beban emosi bagi orang yang mengalami Post Traumatic Stress Disosrder (PTSD); fobia, gangguan stres pascatrauma, dan berbagai kecemasan serta gangguan mental lainnya.

Metode ini diklaim punya kelebihan, di antaranya, terapi dilakukan tanpa pemberian obat-obatan. Selain itu, semua proses terapi berlangsung tatkala seseorang yang diterapi dalam kondisi sadar.

Metode ini pun dapat menyembuhkan berbagai beban emosi dengan hanya satu kali terapi.

Coach Rheo membuat metode ini berdasarkan pengalaman pribadi yang sejak kecil dipenuhi beban emosi dan dirinya ingin terlepas dari masalah itu.

“Saat kecil, saya sempat tidak percaya diri karena lahir dari keluarga yang mengalami kebangkrutan pada 1998 ketika ada kerusuhan," ungkap dia.

Pengalamannya menunjukkan, dampak kerusuhan itu membuat mentalnya terpuruk. Saat sekolah juga sempat tidak naik kelas sebanyak tiga kali yang membuat ibunya stres.

Singkat kata, metode temuannya itu malahan membuat dirinya kini terlepas dari berbagai beban emosi yang menghinggapi selama bertahun-tahun.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
GHG Protocol: Emisi dari Sampah Pasca-Konsumsi Masuk Scope 3 Perusahaan
Swasta
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
Koalisi Soroti Kebijakan Perizinan Perikanan, Dinilai Masih Membebani Nelayan Kecil
LSM/Figur
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
Banjir Rob Ganggu 10 Persen Jalan di Semarang, Biaya dan Waktu Tempuh Perjalanan Naik
LSM/Figur
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
KLH Dorong Pemda untuk Bereskan Setengah Sampah dari Rumah
Pemerintah
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Pelaku Usaha: Perdagangan Karbon Tak Semudah Dibayangkan
Swasta
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
Kisah Perempuan Raja Ampat: Memimpin Komunitas dan Melestarikan Sasi
LSM/Figur
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau