Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dengan Jet Hidrogen, Perjalanan Keliling Dunia Paris-New York Cuma 90 Menit

Kompas.com, 24 Juni 2023, 22:13 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Euronews

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia teknologi aviasi tak henti berinovasi. Teranyar adalah desain pesawat jet (hipersonik) bertenaga hidrogen. 

Pesawat jet hidrogen ini diramalkan sebagai era baru penerbangan hipersonik yang akan memangkas waktu perjalanan keliling dunia menjadi lebih singkat.

Pesawat terakhir yang berhasil melakukannya adalah Concorde, supersonik dari teknologi yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Perancis.

Pada masa kejayaannya, Concorde mampu melintasi Atlantik dalam waktu singkat sekitar 3,5 jam, terbang dengan kecepatan lebih dari 2.100 kilometer per jam.

Baca juga: Mana Lebih Buruk bagi Lingkungan, Naik Jet Pribadi atau Pelihara Anabul?

Nah, kecanggihan Concorde ini tampaknya bakal tersaingi oleh jet hidrogen buatan perusahaan rintisan atau start-up asal Swiss.

Mereka merancang hipersonik hidrogen yang memungkinkan rekor perjalanan udara keliling dunia, dari Paris ke New York, bisa ditempuh cuma 90 menit atau satu setengah jam.

Tak hanya start up asal Swiss, perusahaan lain yang juga berkecimpung dengan penerbangan supersonik, Destinus, tengah membangun pesawat bertenaga hidrogen komersial pertama yang dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan suara lima kali lipat pada ketinggian lebih dari 33 kilometer (lebih dari 100.000 kaki).

Perusahaan telah menguji pesawat prototipenya selama beberapa tahun terakhir, mengumumkan uji terbang yang sukses dari prototipe keduanya, Eiger, pada akhir tahun 2022.

"Prototipe terlihat berbeda dari produk akhir karena produk akhir memiliki teknologi propulsi yang sangat canggih," kata Kepala Studi lanjutan Destinus Bart Van Hove, seperti dikutip dari euronews, Sabtu (24/6/2023).

Baca juga: Menyusul Belanda, Perancis Bakal Larang Penerbangan Jet Pribadi

Pesawat ini memiliki berbagai jenis mesin, yakni turbo jet, dan ramjet, yang semuanya bertenaga dan berpendingin hidrogen.

Menurut Van Hove, ini sesuai dengan konfigurasi kendaraan tertentu sebagai bentuk dari sebuah pesawat yang mengakomodasi udara dalam jumlah besar dan memiliki saluran pusat yang terbagi menjadi berbagai saluran mesin.

"Ini tidak terjadi pada prototipe awal. Ini lebih merupakan konfigurasi klasik karena kami berjalan selangkah demi selangkah," imbuhnya.

Dalam merealisasikan rancangan jet hipersonik ini, Destinus mendapat dana hibah dari Pemerintah Spanyol yang telah terlibat sejak April 2023.

Kementerian Sains Spanyol berinvestasi mengembangkan penerbangan hipersonik ini melalui badan pengawas, Centro para el Desarrollo Tecnológico e Industrial.

Baca juga: Siap-siap, Jet Pribadi Tak Bisa Lagi Mendarat di Schiphol Amsterdam

Mereka memilih proyek tersebut sebagai inisiatif strategis di bawah Plan de Tecnologías Aeronáuticas (PTA), dengan keseluruhan investasi sebesar 12 juta Euro.

Selain Destinus, proyek ini juga melibatkan perusahaan komersial, dan pusat teknologi serta perguruan tinggi.

"Kami senang telah diberikan hibah ini, terutama karena ini adalah tanda yang jelas bahwa Destinus selaras dengan garis strategis Spanyol dan Eropa untuk memajukan penerbangan hidrogen," imbuh VP Pengembangan Bisnis dan Produk untuk Destinus Davide Bonetti.

Bonetti melanjutkan, untuk perusahaan teknologi seperti Destinus, akses ke dana pemulihan Uni Eropa ini sangat penting untuk mendukung penelitian lanjutan dan mempercepat inovasi yang diperlukan agar dapat bersaing dalam skala global.

"Dengan hibah ini, solusi berbasis hidrogen untuk mobilitas penerbangan akan selangkah lebih dekat menjadi kenyataan," cetusnya.

Baca juga: Jet Pribadi Bakal Dilarang Mendarat di Schiphol Tahun 2026

Tenaga hidrogen adalah subyek dari banyak penelitian dan pengembangan, dengan para pendukungnya menunjuk pada kredensial hijaunya. Karena produk sampingan utama dari pembakaran hidrogen adalah panas dan air.

"Destinus mencoba melakukan hal yang paling utama, yaitu menerbangkan orang dengan aman dengan hidrogen, tanpa emisi, secara hipersonik. Itu ke seluruh dunia dalam empat jam. Secara supersonik, itu tidak mungkin," kata Van Hove.

Tantangan hidrogen

Apakah jet hidrogen akan berjalan mulus? Tentu tidak. Sebagaimana lazimnya inovasi teknologi lainnya, akan ada kekurangan yang menyertainya. Terutama panas sebagai hasil pembakaran hidrogen.

Para peneliti di RMIT University di Melbourne baru-baru ini mengembangkan katalis cetak tiga dimensi (3D) yang menurut mereka dapat menggerakkan penerbangan hipersonik.

Baca juga: Mengapa Hidrogen Penting untuk Transisi Energi?

Katalis ini juga bertindak sebagai zat pendingin untuk melawan panas ekstrem yang dihasilkan saat pesawat terbang lima kali kecepatan suara, yaitu sekitar 6.100 kilometer per jam.

Dengan kecepatan tersebut, maskapai komersial masa depan akan dapat terbang dari Paris ke New York dalam waktu sekitar 90 menit.

Selain itu, penerbangan Frankfurt ke Sydney juga bisa ditempuh dalam 4 jam 15 menit. Tentu saja rekor baru ini membuka peluang untuk mempersingkat perjalanan keliling dunia.

Terbang melintasi dunia dari Eropa ke tujuan seperti Australia saat ini memakan waktu sekitar 20 jam dengan jet penumpang biasa.

Destinus mengeklaim teknologinya akan membuat penerbangan dari Frankfurt ke Sydney berlangsung hanya 4 jam 15 menit dibandingkan sebelumnya yang mencapai waktu 20 jam.

Sementara penerbangan dari Frankfurt ke Shanghai akan memakan waktu 2 jam 45 menit, delapan jam lebih pendek dari perjalanan saat ini.

Destinus bermitra dengan pabrikan mesin Spanyol ITP Aero pada Juni 2022 untuk mengembangkan fasilitas uji mesin hidrogen.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Swasta
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Pemerintah
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Swasta
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
LSM/Figur
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Pemerintah
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Pemerintah
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Pemerintah
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Pemerintah
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
LSM/Figur
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Pemerintah
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Swasta
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
LSM/Figur
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Pemerintah
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau