Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 Juni 2023, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - inDrive, platform ride-hailing global merilis program terbarunya di Indonesia dengan peluncuran inisiatif sepeda motor listrik terbaru.

Dalam kemitraan dengan IVITECH.Drive, inDrive akan melihat potensi pasar motor listrik di Tanah Air sekaligus memberdayakan komunitas ojek online (ojol) dengan program penyewaan khusus atau rent to own yang inovatif.

Business Development Manager inDrive Indonesia Georgy Malkov memaparkan, ide untuk program dimulai ketika Perusahaan menemukan cukup banyak driver ojol di Indonesia yang tidak memiliki sepeda motor dan mereka harus membayar biaya sewa harian yang mahal untuk bisa bekerja.

"Di inDrive, kami percaya bahwa setiap orang harus mendapatkan kesempatan dan kebebasan yang sama untuk bekerja, jadi kami membuat inisiatif ini untuk memberikan akses ke kendaraan listrik yang terjangkau dengan bantuan IVITECH.Drive," tutur Georgy.

Baca juga: Indonesia Dukung Interkonektivitas Transmisi Listrik ASEAN

Analis Kebijakan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Perekonomian Bayu Anggara mengapresiasi program motor listrik dari inDrive ini yang sejalan dengan rencana pemerintah untuk mendorong lebih banyak kendaraan listrik di Indonesia.

"Semoga program ini bisa lebih terus dikembangkan lagi untuk menjangkau kota-kota lainnya," imbuh Bayu.

Program rent-to-own adalah inisiatif terobosan yang dirancang khusus untuk memberdayakan pengemudi inDrive.

Penawaran unik ini memungkinkan pengemudi  untuk memiliki sepeda motor listrik dengan biaya sewa yang lebih terjangkau dalam waktu relatif singkat.

Dengan program rent-to-own, pengemudi mendapatkan akses sarana transportasi yang andal dan efisien sambil menikmati manfaat kepemilikan.

Baca juga: Begini Strategi Pemerintah Percepat Program Konversi Motor Listrik

Sebanyak 50 unit kendaraan listrik akan tersedia untuk disewa pada gelombang pertama inisiatif ini yang berlokasi di Jakarta.

Untuk berpartisipasi dalam program ini, pengemudi inDrive yang terdaftar dapat melakukan registrasi di halaman arahan khusus di mana mereka akan melalui proses penilaian oleh tim IVITECH.Drive.

Setelah pengemudi berhasil melewati fase penilaian, mereka akan diberi kesempatan untuk berlangganan program rent to own.

Pengemudi kemudian akan mendapatkan sepeda motor listrik co-branded dengan langganan harian sebesar Rp 33.300.

Setelah jangka waktu yang ditentukan, jika semua pembayaran diproses dengan benar, kepemilikan sepeda akan ditransfer dari IVITECH.Drive ke pengemudi.

Baca juga: Akselerasi Nol Emisi, Mandiri dan Volta Bersinergi lewat Motor Listrik

inDrive sangat percaya akan pentingnya mendukung komunitas pengemudi dan memelihara stabilitas finansial mereka.

Melalui program rent-to-own, pengemudi dapat mengambil langkah untuk mencapai kemandirian finansial, dan pada akhirnya memiliki sepeda motor listrik, sehingga memberikan jala menuju kemandirian finansial jangka panjang.

Georgy menuturkan, program inovatif ini selaras dengan komitmen Perusahaan untuk memberdayakan komunitas pengemudi yang berdedikasi dengan menawarkan kesempatan untuk memiliki kendaraan mereka secara bertahap.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan mata pencaharian mereka sambil membangun industri transportasi online yang inklusif dan mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon," tambah Georgy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Walhi NTB Desak Pemerintah Moratorium IPR di 60 Titik
Walhi NTB Desak Pemerintah Moratorium IPR di 60 Titik
LSM/Figur
Banjir Rob Kian Meluas, Akademisi Unair Peringatkan Dampak Jangka Panjang bagi Pesisir Indonesia
Banjir Rob Kian Meluas, Akademisi Unair Peringatkan Dampak Jangka Panjang bagi Pesisir Indonesia
Pemerintah
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
LSM/Figur
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
LSM/Figur
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Swasta
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
Pemerintah
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Pemerintah
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
LSM/Figur
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
Pemerintah
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Swasta
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Pemerintah
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Swasta
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Pemerintah
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
Pemerintah
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau