Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Stunting, TeleCTG Bersama JICA Kembangkan "Telemedicine"

Kompas.com, 7 September 2023, 06:20 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - TeleCTG bersama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menggelar proyek pilot implementasi solusi telemedicine "doctor-to-doctor" (D2D) serta kolaborasi antar fasilitas kesehatan di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

TeleCTG merupakan teknologi alat kesehatan dan platform untuk mendeteksi faktor risiko pada ibu hamil buatan Indonesia.

Dengan melibatkan 90 sampel ibu hamil dan berlangsung selama 4 bulan, proyek bertajuk “Additional Component of the Project for Capacity Development of ICU Using Telemedicine under Covid-19 Pandemic” ini mencatat hasil ujicoba yang positif.

Penggunaan teknologi telemedicine ini diharapkan secara cepat dan tepat dapat mendeteksi dan memonitoring, ibu mana saja yang memiliki faktor risiko menuju Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting.

Project Piloting Lead TeleCTG (Elektra) dan JICA Abraham mengatakan, salah satu kunci proyek ini adalah penggunaan ekosistem TeleCTG yang mampu meningkatkan pelayanan melalui interkolaborasi antara tenaga kesehatan, seperti bidan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Benteng, Dokter Residen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Hayyung, dan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RS Universitas Hasanuddin.

Baca juga: Stunting Tak Terjadi Tiba-tiba, Prosesnya Berlangsung Sejak Ibu Masih Muda

Kolaborasi tersebut memungkinkan pemberian diagnosa jarak jauh untuk ibu hamil serta penanganan yang cepat dan efisien untuk ibu yang punya faktor risiko.

Pada hasil pemeriksaan TeleCTG ini, ibu hamil diberi tanda kondisi sebagai “normal”, “suspicious” (mencurigakan), atau “patology”.

"Adanya teknologi ini memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan untuk merespon dengan cepat dalam menangani ibu-ibu yang memiliki faktor risiko,” kata Abrahan, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/9/2023).

Melalui deteksi dini faktor risiko, rujukan dini terencana dapat dilakukan untuk ibu hamil yang memerlukan dan dalam kondisi memiliki faktor risiko, sehingga mereka dapat menerima perawatan yang berkualitas sesegera mungkin.

Lebih jauh Abrahan menjelaskan, Indonesia mampu membangun teknologi tepat guna, seperti TeleCTG, di mana teknologi ini dibangun sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Berbagi Pengalaman Penurunan Stunting dengan Laos

Dengan TeleCTG, tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil secara jarak jauh, dan inter kolaborasi antara bidan di Puskesmas dan Obgyn di RSUD.

Sehingga ibu hamil yang memiliki risiko AKI, AKB dan stunting dapat dimonitor untuk segera dilakukan langkah pencegahan.

Sejumlah pihak terlibat aktif dalam pilot project ini. Seperti Satoru Watanbe dan Gaku Masuda dari tim Consultant JICA, Dr. dr. St. Maisuri T. Chalid, SpOG(K) dari Rumah Sakit Universitas Hasanudin, dr. Husaini, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kepulauan Selayar, dr. Hazairin Nur, Sp. B., direktur RSUD KH. Hayyung, dan kepala Puskesmas Benteng dr. Frengky Wijaya

Menurut Abraham, proyek piloting TeleCTG ini menandai langkah awal yang berarti dalam revolusi telemedicine di Indonesia.

"Dengan dukungan dari JICA, serta partisipasi aktif fasilitas kesehatan di Kabupaten Selayar, kami berharap solusi telemedicine semacam ini dapat berdampak positif pada pelayanan kesehatan masyarakat, dan membuka jalan bagi kebijakan yang lebih inklusif dan efisien di masa depan,” jelas Abraham.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
LSM/Figur
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
LSM/Figur
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
Pemerintah
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
LSM/Figur
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Swasta
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
LSM/Figur
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
LSM/Figur
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
LSM/Figur
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
Pemerintah
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Swasta
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
BUMN
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
LSM/Figur
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
LSM/Figur
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau