Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
360info

360info adalah layanan informasi publik nirlaba independen yang berkantor pusat di Monash University, Melbourne. 360info berkolaborasi dengan banyak pakar, peneliti, jurnalis, dan akademisi dengan beragam keahlian yang relevan.

AI Menjadi Suntikan Energi Bagi Penelitian Medis di Indonesia

Kompas.com, 24 November 2023, 16:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Selama tahap perencanaan peluncuran energi terbarukan, AI memiliki kemampuan yang telah terbukti dalam memprediksi atau meramalkan potensi hasil energi terbarukan di suatu daerah.

AI juga mampu memperkirakan beban energi surya atau kapasitas penyimpanan energi di area tersebut. Dan ketika tiba saatnya untuk mengambil keputusan, kemampuan AI untuk mengumpulkan dan memproses informasi dalam skala besar menginformasikan pilihan seputar manajemen energi, solusi penyimpanan energi terdistribusi, deteksi kesalahan, dan manajemen risiko.

Dan setelah sumber energi alternatif tersedia di area tersebut, AI berpotensi menjadi aset dalam mengelola perhitungan respons permintaan, analisis stabilitas, kontrol kualitas daya, kontrol koordinasi pembangkitan, dan penentuan ukuran dan lokasi sistem penyimpanan energi.

Baca juga: Kesehatan Mental Pengaruhi Agenda Pembangunan Global

Sebagai contoh, sistem kelistrikan di fasilitas penelitian medis di daerah terpencil dapat dirancang menggunakan panel fotovoltaik yang dikombinasikan dengan sistem hidro pompa skala kecil untuk penyimpanan energi.

Untuk penelitian yang membutuhkan akses ke sumber air seperti sungai atau danau di dekatnya, ini dapat digunakan sebagai reservoir bawah dari sistem hidro pompa skala kecil. Reservoir atas dari sistem ini dibuat dengan menggunakan tangki air.

Sementara itu, jika tidak ada sumber air di dekatnya, reservoir bawah dapat dibuat dalam bentuk kolam air atau dapat juga menggunakan tangki air seperti reservoir atas.

Untuk menentukan ukuran dan kapasitas optimal dari panel fotovoltaik dan sistem pembangkit listrik tenaga air, metode optimasi pembelajaran mesin dapat digunakan untuk mempertimbangkan peramalan daya fotovoltaik, peramalan curah hujan, dan peramalan permintaan beban.

Prediksi atau peramalan dapat menggunakan metode AI sederhana seperti Regresi Linier Berganda (MLR), Extreme Learning Machine (ELM), atau metode AI yang lebih modern seperti Deep Learning.

AI juga berperan dalam mengoptimalkan desain dan pengoperasian sistem energi terbarukan hibrida. Daya yang dihasilkan oleh panel surya bersifat selang seling, sehingga fasilitas penelitian kesehatan di daerah terpencil perlu dilengkapi dengan solusi penyimpanan energi, seperti baterai, ultracapacitor, dan penyimpanan hidro yang dipompa.

Algoritme pengoptimalan berbasis AI mampu mengungkap secara real-time konfigurasi optimal dari sistem energi terbarukan, yang berarti tidak ada daya yang terbuang percuma dan dapat didistribusikan dengan baik sesuai kebutuhan.

Dengan penerapan metode AI yang tepat, potensi sumber energi terbarukan yang berbeda untuk area yang berbeda dapat dimanfaatkan dengan tepat, sehingga layak secara teknis dan ekonomis. Dengan begitu, dapat mendorong penggunaan energi terbarukan menuju masyarakat yang mandiri.

Penulis: Akhmad Musafa, Ardyono Priyadi dan Mauridhi Hery Purnomo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sekolah Tambang Hadir di Morowali, Mampukah Jadi Tiket Masa Depan Daerah?
Sekolah Tambang Hadir di Morowali, Mampukah Jadi Tiket Masa Depan Daerah?
Pemerintah
Pertobatan Ekologis, Dimensi Moral, dan Keberanian Politik
Pertobatan Ekologis, Dimensi Moral, dan Keberanian Politik
Pemerintah
Peneliti UGM: Spesifikasi Aspal Jalan Perlu Beradaptasi dengan Krisis Iklim
Peneliti UGM: Spesifikasi Aspal Jalan Perlu Beradaptasi dengan Krisis Iklim
Pemerintah
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
BrandzView
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
Di Pesisir Kalimantan, Rehabilitasi Mangrove Tak Lagi Sekadar Menanam
BrandzView
Berkat Energi Terbarukan, Dunia Berhasil Hemat Rp8.632 Triliun dalam Setahun
Berkat Energi Terbarukan, Dunia Berhasil Hemat Rp8.632 Triliun dalam Setahun
Pemerintah
Kalimantan Kaya Batu Bara justru Terkena Pemadaman Listrik Bergilir
Kalimantan Kaya Batu Bara justru Terkena Pemadaman Listrik Bergilir
LSM/Figur
Kenapa Semakin Banyak Kelas Menengah Bangun Bisnis Sendiri?
Kenapa Semakin Banyak Kelas Menengah Bangun Bisnis Sendiri?
LSM/Figur
Laporan PBB: Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Besar bagi Pangan Dunia
Laporan PBB: Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Besar bagi Pangan Dunia
Pemerintah
Targetkan Nol Emisi Karbon, Mercedes F1 Umumkan Rencana Transisi hingga 2040
Targetkan Nol Emisi Karbon, Mercedes F1 Umumkan Rencana Transisi hingga 2040
Pemerintah
FIFGROUP Kembangkan Desa Binaan untuk Perkuat Ekonomi Lokal
FIFGROUP Kembangkan Desa Binaan untuk Perkuat Ekonomi Lokal
Swasta
Pohon Lontar, Gula Sabu, dan Kearifan Lokal di Bumi Gersang
Pohon Lontar, Gula Sabu, dan Kearifan Lokal di Bumi Gersang
LSM/Figur
 Di Balik Lonjakan PDRB Morowali, Seberapa Merata Manfaat Hilirisasi Nikel?
Di Balik Lonjakan PDRB Morowali, Seberapa Merata Manfaat Hilirisasi Nikel?
LSM/Figur
APNI: Penerapan ESG Industri Nikel Harus Dimulai dari Tambang
APNI: Penerapan ESG Industri Nikel Harus Dimulai dari Tambang
Swasta
Picu Lonjakan Kematian Penambang Kobalt di Kongo, Riset Ungkap Alasan Moral Mempercepat Transisi ke EV
Picu Lonjakan Kematian Penambang Kobalt di Kongo, Riset Ungkap Alasan Moral Mempercepat Transisi ke EV
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau