Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

EBT Berkontribusi 100 Persen Internet Pulau Lepar Bangka Selatan

Kompas.com, 1 Januari 2024, 11:00 WIB
Heru Dahnur ,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Masyarakat Pulau Lepar di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, kini terhubung akses internet. Hal itu terjadi karena listrik yang sudah menyala 24 jam non stop.

Pulau yang terpaut 3,3 kilometer dari Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan, itu tersambung jaringan kabel laut.

"Alhamdulillah karena listrik sudah 24 jam, akses internet juga bisa dinikmati masyarakat," kata Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid kepada awak media, Sabtu (30/12/2023).

Riza menuturkan, akses internet sejak lama dinantikan masyarakat untuk menunjang perekonomian mereka.

Baca juga: Hasil Riset, Indonesia Mampu Produksi Listrik 100 Persen dari Energi Terbarukan

Setelah internet masuk melalui program Iconnet PLN, masyarakat bisa dengan mudah memasarkan berbagai produknya.

Sebagai daerah kepulauan, Pulau Lepar terkenal akan hasil laut seperti ikan, kerang dan cumi.

"Kalau harus menyeberang dulu kan butuh waktu. Sekarang cukup dari handphone android masyarakat bisa online bertransaksi," ujar Riza.

Direktur Bisnis Konektivitas PLN Icon Plus Sigit Witjaksono mengatakan, layanan internet Iconnet hingga ke Pulau Lepar, Bangka Selatan, untuk mendukung program pemerintah memberikan kesempatan akses internet fix broadband secara merata di seluruh Indonesia.

PLN Icon Plus memberikan bantuan fasilitas internet gratis selama satu tahun kepada 10 sekolah, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA yang ada di Pulau Lepar serta masing-masing sekolah mendapatkan bantuan dua unit laptop untuk mendukung kegiatan pembelajaran digital.

Baca juga: 15 Juta Kendaraan Listrik Ditarget Mengaspal di Indonesia pada 2030

Selain itu, memberikan bantuan berupa fasilitas Free Internet Desa di ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama-sama.

"Kami juga membangun Gapura Iconnet untuk menyambut masyarakat yang baru tiba di Pulau Lepar serta bantuan prasarana untuk kebersihan," ujar Sigit saat peluncuran internet 100 persen di Pulau Lepar, Selasa (5/9/2023).

Ketersediaan listrik hingga ke pulau-pulau menjadi jaminan terpasangnya akses internet. Pulau Lepar tercatat sebagai salah satu dari 12 pulau terluar di Bangka Belitung yang sudah dialiri listrik.

Asisten Manajer Komunikasi PLN Bangka Belitung Ardiansyah mengatakan, keandalan pasokan listrik menjadi prioritas.

Setelah terhubungnya sistem Sumatera dan Bangka melalui kabel laut, pasokan daya semakin terjaga dengan baik.
Hal itu memungkinkan investasi dan perekonomian daerah bisa terus bergerak tumbuh.

Baca juga: Penjualan Kendaraan Listrik Makin Meningkat, Bisa Setop Dominasi Minyak Bumi

Saat ini, kapasitas pembangkit di sistem Bangka tercatat sebesar 240 MW dengan daya mampu sebesar 185 MW. Sementara beban puncak mencapai 183 MW sehingga masih tersedia cadangan daya sebesar 2 MW.

Dari jumlah tersebut daya terpasang Energi Baru Terbarukan (EBT) di Bangka sudah mencapai 10.200 KW. Terdiri dari Independent Power Producer (IPP) EKP 5.000 KW, IPP BBS 2.000 KW, IPP MSE 2.000 KW dan Excess Power 1.200 KW.

Kemudian di Belitung juga ada pasokan dari IPP Austindo sebesar 1.800 KW.

"Sumbernya bahan bakar dari lokal biomas dan biogas," ujar Ardiansyah.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN-WRI Dorong Pemulihan Pascabanjir Sumatera Berbasis Komunitas
BRIN-WRI Dorong Pemulihan Pascabanjir Sumatera Berbasis Komunitas
Pemerintah
Konversi PLTD ke PLTS Dinilai Bisa Hemat Biaya Listrik hingga Rp 64 Triliun Per Tahun
Konversi PLTD ke PLTS Dinilai Bisa Hemat Biaya Listrik hingga Rp 64 Triliun Per Tahun
LSM/Figur
Perang Picu Harga Avtur Melambung, Apakah Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Jadi Solusi?
Perang Picu Harga Avtur Melambung, Apakah Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Jadi Solusi?
LSM/Figur
Apa Benar Anggapan ASN Kerja Main-Main padahal Gajinya Serius, dan Swasta Sebaliknya?
Apa Benar Anggapan ASN Kerja Main-Main padahal Gajinya Serius, dan Swasta Sebaliknya?
Pemerintah
Wacana Konversi 120 Juta Motor Listrik Berisiko Gagal dan Bebankan Keuangan Negara
Wacana Konversi 120 Juta Motor Listrik Berisiko Gagal dan Bebankan Keuangan Negara
LSM/Figur
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Produksi Sawit Bisa Tertekan
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Produksi Sawit Bisa Tertekan
LSM/Figur
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
Pemerintah
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Pemerintah
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau