Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemilu Indonesia 2024 di Australia Meriah, Ada Pesta Kuliner Nusantara

Kompas.com, 12 Februari 2024, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Di wilayah kerja PPLN Sydney, terdapat 24 TPS, dengan 18 TPS di NSW, 2 di Queensland, 2 di South Australia, dan 2 TPS Pos.

Menurut Juliati, tingkat partisipasi pemilih di NSW diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dari total 10.076 DPT.

Pencapaian tersebut belum termasuk dengan daftar pemilih melalui Pos yang dikirimkan berjumlah 2.591 pemilih.

Sementara itu, di Queensland dan South Australia, terjadi peningkatan partisipasi yang signifikan.

Di Queensland, dari 910 DPT, tingkat partisipasi mencapai 93 persen yang menggunakan hak suaranya, dan di South Australia, dari 570 DPT, tingkat partisipasi mencapai 100 persen, dengan seluruh kertas suara terpakai.

Seorang WNI di Sydney, Merry, mengatakan, Pemilu tahun ini berbeda dari lima tahun sebelumnya karena semua kegiatan berpusat di satu lokasi.

"Saya bahkan bisa mampir ke bazar dan menikmati aneka kuliner Indonesia seperti sate maranggi, martabak, dan lainnya. Kinerja seluruh petugas Pemilu 2024 patut diapresiasi,” ujar Merry.

Pemilu 2024 ini tidak hanya menjadi ajang pesta demokrasi bagi WNI di Australia, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan perayaan budaya melalui kegiatan bazar kuliner, menambah semarak suasana pemilihan.

Sementara itu, proses pemungutan suara Pemilu 2024 di Queensland yang berlangsung di Islamic College of Brisbane, mencatatkan partisipasi yang tinggi dari WNI.

Aggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney yang bertugas di Queensland Adi Nugroho mengungkapkan, antusiasme pemilih sudah terlihat sejak pagi hari di lokasi TPS.

Meskipun kepadatan pemilih berkurang pada siang hari, namun menjelang sore, sekitar pukul 4 sore, terjadi peningkatan jumlah pemilih yang datang.

Sebagian besar dari mereka adalah pemilih dalam kategori DPTb dan DPK yang belum terdaftar sebelumnya.

Meski terjadi peningkatan jumlah pemilih pada sore hari, PPLN Sydney berhasil mengatur situasi dengan menerapkan sistem antrian.

"Masyarakat juga patuh mengikuti aturan antrian, sehingga proses pemungutan suara berjalan dengan lancar dan tertib," ungkap Adi.

Di Queensland, jumlah DPT tercatat sebanyak 910 pemilih. Hingga penutupan TPS, total pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai sekitar 93 persen.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau